Kurs Tengah Melemah 40 Poin, Mayoritas Mata Uang Asia Tertekan Penguatan Dolar

Kurs jual ditetapkan di Rp14.126 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.986 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp140.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 22 April 2019  |  11:41 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Senin (22/4/2019) di level Rp14.056 per dolar AS, menguat 40 poin atau 0,28 persen dari posisi Rp14.016 pada Kamis (18/4).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.126 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.986 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp140.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 49 poin atau 0,35 persen ke level Rp14.094 per dolar AS pada pukul 10.55 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah dibuka stagnan di posisi Rp14.045 per dolar AS, setelah pada akhir perdagangan Kamis (18/4/2019), rupiah ditutup melemah 40 poin atau 0,28 persen ke level Rp14.045 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.045-Rp14.094 per dolar AS.

Rupiah melemah sejalan dengan mayoritas mata uang lainnya di Asia, dipimpin oleh peso Filipina dan rupee India yang terdepresiasi masing-masing 0,67 persen, disuslu won Korea Selatan yang melemah 0,46 persen.

Sementara itu, pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, hari ini terpantau menguat 0,01 persen atau 0,013 poin ke level 97,391 pada pukul 11.17 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka di zona merah dengan pelemahan hanya 0,003 poin ke level 97,375. Adapun pada akhir perdagangan Jumat (19/4), indeks dolar ditutup melemah 0,1 persen atau 0,096t poin ke level 97,378.

Sepanjang perdagangan pagi ini, indeks dolar AS bergerak di level 97,364 – 97,413.

Dilansir Reuters, dolar AS menguat pada perdagangan Senin, didukung data ekonomi AS yang positif, meskipun bergerak dalam rentang tipis karena banyak investor masih belum kembali dari libur akhir pekan Paskah yang panjang.

Pasar keuangan di Australia, Hong Kong dan banyak negara besar di Eropa ditutup pada hari Senin karena libur Hari Paskah. Perdagangan mata uang berlanjut secara global tetapi volume diperkirakan akan rendah.

Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Kamis (18/4), bahwa nilai penjualan secara keseluruhan pada Maret 2019 tumbuh sebesar 1,6%, setelah sempat turun 0,2% pada bulan sebelumnya. Data realisasi penjualan ritel AS tersebut bahkan melampaui survei Bloomberg yang memperkirakan pertumbuhan pada kisaran 1%.

 

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

Tanggal

Kurs (Rupiah)

22 April

14.056

18 April

14.016

16 April

14.066

15 April

14.067

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, kurs tengah bi

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top