Ringkasan Perdagangan 22 April: IHSG & Rupiah Tergerus, Komoditas Bergairah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersungkur ke zona merah seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, Senin (22/4/2019).
Renat Sofie Andriani | 22 April 2019 20:17 WIB
Karyawan melintas di dekat papan penunjuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (7/1/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersungkur ke zona merah seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, Senin (22/4/2019).

Meski demikian, aksi beli bersih (net buy) oleh investor asing mampu berlanjut pada perdagangan hari kedua berturut-turut pascaperhelatan pemilihan umum (pemilu) serentak.

Berikut ini adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com hari ini:

IHSG Turun 1,42 Persen, Asing Masih Net Buy. Ini Faktor Penekannya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersungkur ke zona merah dan ditutup melorot lebih dari 1 persen pada perdagangan hari ini.

Seluruh sembilan sektor berakhir di wilayah negatif, dipimpin aneka industri (-3,56 persen), barang konsumsi (-2,77 persen), dan industri dasar (-1,98 persen).

Dari 632 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 124 saham menguat, 282 saham melemah, dan 226 saham stagnan.

Rupiah Tergerus Penguatan Dolar AS

Rupiah ditutup melemah pada perdagangan hari ini, setelah euforia sentimen hasil penghitungan cepat pemilu 2019 tampak memudar. Hal ini menggoyahkan keperkasaan rupiah di tengah gejolak global.

Menurut Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim, sentimen hasil penghitungan cepat pemilu 2019 yang mengungguli pasangan calon Jokowi-Amin dan berhasil mendorong pasar keuangan di Indonesia, mulai memudar.

IHSG Melorot, Investor Asing Masih Borong Saham

Aksi beli bersih (net buy) oleh investor asing berhasil berlanjut pada perdagangan hari ini, meskipun IHSG terjungkal ke zona merah.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing membukukan aksi beli bersih atau net buy senilai sekitar Rp56,37 miliar pada perdagangan hari ini.

Harga Emas Comex Naik

Harga emas Comex untuk kontrak Juni 2019 naik 5 poin atau 0,39 persen ke level US$1.281 per troy ounce. Sepanjang perdagangan hari ini, harga emas Comex bergerak di kisaran US$1.277,40-US$1.281,90 per troy ounce.

Di sisi lain, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta hari ini justru stagnan di Rp656.000 per gram atau tak berubah dari posisi perdagangan pada Kamis (18/4).

Harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga stagnan di posisi Rp574.000 per gram. tak berubah dari posisi perdagangan sebelumnya.

Harga Karet Tambah Kencang

Harga karet berhasil menguat pada perdagangan hari ini, di tengah optimisme mengenai pemulihan ekonomi global.

Sebelum melanjutkan penguatannya, harga karet sempat tergelincir ke zona merah dengan dibuka turun 0,32 persen atau 0,60 poin di posisi 187,90 pada Senin (22/4) pagi.

AS Siap Cabut Garansi Impor Minyak Iran, Harga Minyak Melesat

Harga minyak bergerak mantap di zona hijau mengawali perdagangan awal pekan ini. Penguatan tersebut dipicu oleh kabar bahwa Amerika Serikat akan mengumumkan bahwa semua impor minyak Iran harus diakhiri. Jika tidak, Negeri Paman Sam siap menjatuhkan sanksi.

Harga minyak Brent pun diperkirakan akan tumbuh menuju level US$86,29 per barel, level tertinggi sejak 2018, sedangkan harga minyak WTI diperkirakan mendaki ke level US$76,41 per barel.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup