Ringkasan Perdagangan 18 April: IHSG Menguat, Rupiah Paling Perkasa di Asia

Satu hari setelah pelaksanaan Pemilu 2019, Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melanjutkan penguatannya di hari ketiga berturut-turut.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 19 April 2019  |  05:44 WIB
Ringkasan Perdagangan 18 April: IHSG Menguat, Rupiah Paling Perkasa di Asia
Bursa Efek Indonesia - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA – Satu hari setelah pelaksanaan Pemilu 2019, Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melanjutkan penguatannya di hari ketiga berturut-turut.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah ditutup menguat paling tajam di antara mata uang lainnya di Asia.

Berikut ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com hari ini:

Pascapemilu, IHSG Ditutup Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,40 persen atau 25,68 poin di level 6.507,22 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.487,23-6.636,33.

Sebanyak empat dari sembilan sektor berakhir di wilayah positif, dipimpin sektor finansial yang menguat 1,56 persen dan sektor properti yang menguat 1,36 persen.

Di sisi lain, lima sektor melemah dan menahan pergerakan IHSG lebih lanjut, didorong sektor konsumer yang turun 1,4 persen dan perdagangan yang melemah 0,42 persen.

Dari 632 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 206 saham menguat, 212 saham melemah, dan 214 saham stagnan.

Jadi yang Terkuat di Asia, Rupiah Ditutup menguat ke Rp14.045/US$

Rupiah ditutup di zona hijau, sekaligus menjadi yang terkuat di antara mata uang lain di Asia pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (18/4/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan rupiah menguat 0,28 persen atau 40 poin ke level Rp14.045 per dolar AS dari level penutupan sebelumnya.

Di awal perdagangan, rupiah dibuka dengan penguatan 82 poin atau 0,58 persen ke level Rp14.003 per dolar AS. Adapun pada pada akhir perdagangan Selasa (16/4/2019) ditutup melemah 0,16 persen atau 22 poin ke level Rp14.085 per

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.000-Rp14.052 per dolar AS.

Investor Profit Taking, Bursa Asia Tergelincir

Bursa saham Asia melemah pada perdagangan Kamis (18/4/2019) menyusul pelemahan di Wall Street dan aksi profit taking menjelang libur Paskah.

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing ditutup melemah 0,96% dan 0,84%, indeks Shanghai Composite turun 0,4%, sedangkan indeks Hang Seng melemah 0,54%.

Bursa saham Wall Street melemah pada perdagangan Rabu, dengan indeks S&P 500 turun 0,2 persen karena penurunan saham kesehatan melebihi data ekonomi yang optimis dari AS dan China.

Perhatian sekarang beralih ke seberapa banyak stimulus yang akan diterapkan pemerintah China tanpa memicu lebih banyak risiko keuangan.

Fokus langsung investor juga beralih ke rilis Purchasing Managers' Indexs (PMI) untuk sektor manufaktur dan jasa di Eropa pada hari Kamis, yang akan memberikan lebih banyak gambaran tentang kekuatan ekonomi zona euro.

"Akan menarik untuk dilihat apakah stabilisasi di sana sejalan dengan stabilisasi dalam aliran data di China," kata Chris Weston, kepala riset valas di Pepperstone, seperti dikutip Reuters.

Harga Emas Comex Menguat, Antam Melemah

Harga emas Comex untuk kontrak Juni 2019 menguat 0,13 persen atau 1,7 poin ke level US$1.278,50 per troy ounce.

Sepanjang perdagangan hari ini, harga emas Comex bergerak di kisaran US$1.273-US$1.279,30 per troy ounce.

Sementara itu, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta hari ini terpantau melemah Rp1.500 ke posisi Rp656.500 per gram dari posisi perdagangan Selasa (16/4).

Adapun harga pembelian kembali atau buyback emas Antam turun Rp11.000 ke posisi Rp574.000 per gram.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, Indeks BEI

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top