Pascapemilu, IHSG Ditutup Menguat di Tengah Pelemahan Bursa Asia

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,40 persen atau 25,68 poin di level 6.507,22 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Adapun pada perdagangan Selasa (16/4), IHSG ditutup menguat 0,72 persen atau 46,39 poin ke level 6.481,54.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 18 April 2019  |  16:55 WIB
Pascapemilu, IHSG Ditutup Menguat di Tengah Pelemahan Bursa Asia
Pengunjung beraktivitas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Rabu (13/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, Kamis (18/4/2019), sehari setelah Pemilihan Umum 2019.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,40 persen atau 25,68 poin di level 6.507,22 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Adapun pada perdagangan Selasa (16/4), IHSG ditutup menguat 0,72 persen atau 46,39 poin ke level 6.481,54.

Di awal perdagangan, IHSG dibuka di zona hijau dengan penguatan 1,35 persen atau 87,30 poin ke level 6.568,84. IHSG bahkan sempat menguat hingga 2,39 persen ke level 6.636,44.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.487,23-6.636,33.

Sebanyak empat dari sembilan sektor berakhir di wilayah positif, dipimpin sektor finansial yang menguat 1,56 persen dan sektor properti yang menguat 1,36 persen.

Di sisi lain, lima sektor melemah dan menahan pergerakan IHSG lebih lanjut, didorong sektor konsumer yang turun 1,4 persen dan perdagangan yang melemah 0,42 persen.

Dari 632 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 206 saham menguat, 212 saham melemah, dan 214 saham stagnan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing menguat 2,37 persen dan 2,76 persen menjadi penopang utama terhadap penguatan IHSG hari ini.

Dilansir Bloomberg, IHSG menguat setelah hasil quick count Pemilihan Presiden 2019 menunjukkan pasangan calon nomor Joko Widodo – Ma’ruf Amin unggul atas pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Berdasarkan pantauan quick count Bisnis.com, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin sementara unggul dengan rata-rata 54% dibandingkan dengan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno yang meraih rata-rata 46% suara.

"Sudah waktunya untuk mengesampingkan kekhawatiran risiko penurunan dan membeli saham di Indonesia," ungkap analis Morgan Stanley, Sean Gardiner dan Aarti Shah, dalam sebuah laporan yang diterbitkan Rabu (17/4/2019), seperti dikutip Bloomberg.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong mengatakan pemerintah memperkirakan pertumbuhan investasi asing langsung (FDI) tahun ini mencapai dua digit setelah terpilihnya kembali Presiden Joko Widodo.

“Ada kemungkinan untuk mendorong pertumbuhan FDI jika pemerintah dapat menghasilkan kegembiraan yang cukup untuk hingga masa jabatan kedua presiden,” ungkap Thomas dalam wawancara dengan Bloomberg di Jakarta, Kamis (18/4).

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 ditutup menguat 0,47 persen atau 2,68 poin di level 571,99, setelah dibuka di zona hijau dengan  penguatan 1,99 persen atau 11,33 poin di posisi 580,64.

Berbanding terbalik dengan penguatan IHSG, mayoritas bursa saham di Asia melemah, di antaranya indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing ditutup melemah 0,96% dan 0,84%, indeks Shanghai Composite turun 0,4%, sedangkan indeks Hang Seng melemah 0,54%.

Dilansir Reuters, bursa saham Asia melemah pada perdagangan Kamis menyusul pelemahan di Wall Street dan aksi profit taking menjelang libur Paskah.

Bursa saham Wall Street melemah pada perdagangan Rabu, dengan indeks S&P 500 turun 0,2 persen karena penurunan saham kesehatan melebihi data ekonomi yang optimis dari AS dan China.

Defisit perdagangan AS turun ke level terendah delapan bulan pada Februari karena impor dari China anjlok, data pada hari Rabu menunjukkan.

Data ekonomi China sebelumnya menunjukkan negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia itu tumbuh stabil 6,4 persen pada kuartal pertama.

Perhatian sekarang beralih ke seberapa banyak stimulus yang akan diterapkan pemerintah China tanpa memicu lebih banyak risiko keuangan.

Fokus langsung investor juga beralih ke rilis Purchasing Managers' Indexs (PMI) untuk sektor manufaktur dan jasa di Eropa pada hari Kamis, yang akan memberikan lebih banyak gambaran tentang kekuatan ekonomi zona euro.

"Akan menarik untuk dilihat apakah stabilisasi di sana sejalan dengan stabilisasi dalam aliran data di China," kata Chris Weston, kepala riset valas di Pepperstone, seperti dikutip Reuters.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BBCA

+2,37

BBRI

+2,76

BMRI

+2,30

FREN

+14,17

ASII

+1,29

Saham-saham penekan IHSG:

Kode

(%)

HMSP

-2,68

BDMN

-8,75

GGRM

-4,03

CPIN

-2,43

EMTK

-3,49

Sumber: BEI

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top