Ringkasan Perdagangan 16 April: IHSG Lanjutkan Penguatan, Rupiah Melemah

Satu hari menjelang pelaksanaan Pemilu 2019, Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melanjutkan penguatannya, melanjutkan reli di hari kedua berturut-turut.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 17 April 2019  |  06:40 WIB
Ringkasan Perdagangan 16 April: IHSG Lanjutkan Penguatan, Rupiah Melemah
Uang rupiah. - Bloomberg/Brent Lewin

Bisnis.com, JAKARTA – Satu hari menjelang pelaksanaan Pemilu 2019, Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melanjutkan penguatannya, melanjutkan reli di hari kedua berturut-turut.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah mengakhiri reli penguatan tiga hari berturut-turut di tengah penguatan indeks dolar AS.

Berikut ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com hari ini:

IHSG Ditutup Menguat Sehari Jelang Pemilu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,72 persen atau 46,39 poin di level 6.481,54 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Sebanyak tujuh dari sembilan sektor berakhir di wilayah positif, dipimpin sektor aneka properti yang menguat 2,48 persen dan sektor aneka industri yang naik 1,66 persen.

Di sisi lain, sektor tambang dan perdagangan yang masing-masing melemah 0,2 persen menahan penguatan IHSG lebih lanjut.

Dari 632 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 235 saham menguat, 162 saham melemah, dan 235 saham stagnan.

IHSG Menguat, Investor Asing Justru Bukukan Net Sell Rp559,81 Miliar

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing membukukan aksi jual bersih senilai sekitar Rp559,81 miliar pada perdagangan hari ini.

Investor asing membukukan aksi beli sekitar 867,87 miliar lembar saham senilai Rp2,23 triliun. Adapun aksi jual oleh investor asing tercatat 1,05 miliar lembar saham senilai sekitar Rp2,79 triliun.

Mata Uang Asia Tertekan Dolar AS, Rupiah Akhiri Reli Tiga Hari

Pada penutupan perdagangan, rupiah melemah 0,16 persen atau 22 poin ke level Rp14.085 per dolar AS dari level penutupan sebelumnya.

Rupiah tergelincir dari penguatan yang dialami pada perdagangan Senin (15/4/2019) ketika mampu berakhir terapresiasi 57 poin atau 0,40 persen di level Rp14.063 per dolar AS.

Sementara itu, pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau menguat 0,04 persen atau 0,042 poin ke level 96,984 pada pukul 15.07 WIB.

Dilansir Reuters, dolar AS naik tipis terhadap sejumlah mata utama lainnya saat investor menantikan tanda-tanda stabilisasi yang lebih konkret dalam ekonomi global.

Ditopang Ekspektasi Stabilisasi Ekonomi China, Bursa Asia Menguat

Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Selasa (16/4/2019). Harapan atas stabilisasi ekonomi China membantu investor mengabaikan kinerja buruk Wall Street karena kinerja perbankan yang mengecewakan.

Kemarin, indeks telah naik ke level tertinggi sejak Juli 2018. Itu terjadi setelah data ekspor dan perbankan China yang dirilis pekan lalu meredakan kekhawatiran investor atas kesehatan ekonomi negeri itu.

"Data China baru-baru ini meningkatkan kepercayaan terhadap ekonomi negara tersebut, sedangkan pendapatannya juga tidak buruk," kata Yukino Yamada, analis senior di Daiwa Securities, seperti dikutip Reuters.

Harga Emas Comex Melemah, Emas Antam Turun

Harga emas Comex untuk kontrak Juni 2019 melemah 4,3 poin atau 0,33 persen ke level US$1.287 per troy ounce. Sepanjang perdagangan hari ini, harga emas Comex bergerak di kisaran US$1.285-US$1.291,70 per troy ounce.

Sementara itu, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta hari ini terpantau melemah Rp2.500 ke posisi Rp657.500 per gram dari posisi perdagangan Senin (12/4).

Adapun harga pembelian kembali atau buyback emas Antam turun Rp2.000 ke posisi Rp585.000 per gram.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, Harga Emas Hari Ini, Indeks BEI

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top