Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wall Street Ditutup Menguat Didukung Berita Optimistis Perusahaan

Saham-saham di Wall Street lebih tinggi pada penutupan perdagangan Jumat (12/4/2019) atau Sabtu (13/4/2019) pagi WIB, karena pasar menyambut gembira sejumlah berita perusahaan yang sangat optimistis.
Bursa Wallstreet/Reuters
Bursa Wallstreet/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Saham-saham di Wall Street lebih tinggi pada penutupan perdagangan Jumat (12/4/2019) atau  Sabtu (13/4/2019) pagi WIB, karena pasar menyambut gembira sejumlah berita perusahaan yang sangat optimistis.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 269,25 poin atau 1,03 persen, menjadi berakhir di 26,412,30 poin. Indeks S&P 500 bertambah 19,09 poin atau 0,66 persen, menjadi ditutup di 2.907,41 poin.

Indeks Komposit Nasdaq meningkat 36,80 poin atau 0,46 persen, menjadi berakhir di 7.984,16 poin.

Saham JP Morgan Chase melonjak 4,69 persen, setelah bank kelas berat AS itu melaporkan laba yang lebih kuat dari perkiraan untuk kuartal pertama, didorong oleh suku bunga yang lebih tinggi.

Saham Walt Disney melambung lebih dari 11,54 persen, setelah raksasa hiburan AS itu meluncurkan layanan streaming baru bernama Disney+, yang dihargai 6,99 dolar AS per bulan.

Saham Anadarko Petroleum melonjak lebih dari 32,01 persen, setelah raksasa energi AS Chevron mengumumkan rencana untuk mengakuisisi perusahaan minyak bumi yang berbasis di Texas itu secara tunai dan kesepakatan saham senilai 33 miliar dolar AS.

Akuisisi Anadarko akan secara signifikan meningkatkan portofolio Chevron dan semakin memperkuat posisi terdepannya di cekungan besar, serpih yang menarik, perairan dalam dan sumber daya gas alam, kata pernyataan Chevron.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor keuangan naik lebih dari 1,9 persen, memimpin para pemenang.

Di sisi ekonomi, harga-harga impor AS naik 0,6 persen pada Maret, dan 1,7 persen dalam tiga bulan pertama 2019, Departemen Tenaga Kerja mengatakan Jumat (12/4/2019). Peningkatan pada Maret dan Februari didorong oleh kenaikan harga bahan bakar.

Harga-harga untuk ekspor AS naik 0,7 persen untuk bulan kedua berturut-turut pada Maret. Harga-harga pertanian maupun nonpertanian berkontribusi terhadap kenaikan tersebut. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Nancy Junita
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper