Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Minyak Mentah Tertekan, Batu Bara Newcastle Justru Kembali Menguat

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak Mei 2019 ditutup menguat 1,97% atau 1,70 poin di level US$87,85 per metrik ton dari level penutupan sebelumnya.
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (3/1/2019)./ANTARA-Nova Wahyudi
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (3/1/2019)./ANTARA-Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara Newcastle menguat pada akhir perdagangan Kamis (11/4/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak Mei 2019 ditutup menguat 1,97% atau 1,70 poin di level US$87,85 per metrik ton dari level penutupan sebelumnya.

Harga batu bara Newcastle sebelumnya ditutup menguat 0,75 poin atau 0,88% ke level US$86,15 per troy ounce pada akhir perdagangan Rabu (10/4).

Di bursa ICE Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak teraktif Juni 2019 ikut ditutup menguat 2,3% atau 2 poin di posisi US$89,90 pada perdagangan Kamis (11/4).

Berbanding terbalik dengan harga batu bara, harga minyak mentah melemah pada akhir perdagangan Kamis, seiring dengan meningkatnya pasokan minyak mentah di Amerika Serikat (AS) dan tumbuhnya kekhawatiran tentang prospek permintaan.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Mei 2019 melemah US$1,03 atau 1,6% ke level US$63,58 per barel di New York Mercantile Exchange, penurunan harian terbesarnya sejak 1 Maret.

Adapun harga minyak mentah acuan global Brent untuk pengiriman Juni ditutup melemah 90 sen atau 1,3% ke level US$70,83 per barel di ICE Futures Europe Exchange yang berbasis di London.

Kontrak minyak melemah sehari setelah data pemerintah AS menunjukkan peningkatan jumlah persediaan minyak mentah AS ke level tertingginya sejak 2017.

Menurut laporan Energy Information Administration (EIA), stok minyak mentah AS bertambah sebesar 7,03 juta barel pekan lalu ke level tertingginya sejak November 2017, lebih dari dua kali lipat jumlah yang diproyeksikan para analis

Produksi minyak mentah AS sendiri bertahan di level rekor 12,2 juta barel per hari pekan lalu. Hal ini mengancam bertambahnya kelebihan suplai global.

“Ada banyak hal yang mendukung harga, tetapi ketika menyangkut data persediaan, Anda benar-benar tidak dapat menegaskan berada di tingkat yang sudah kita lalui,” ujar Bill O'Grady, chief market strategist di Confluence Investment Management Llc., St. Louis.

“[Namun] apa yang Anda telah lihat di pasar adalah bahwa setiap kali kita mengalami penurunan, kita bergerak lebih tinggi lagi dalam satu atau dua hari,” tambahnya.

Pergerakan harga batu bara kontrak Mei 2019 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

11 April

87,85

(+1,97%)

10 April

86,15

(+0,88%)

9 April

85,40

(+1,97%)

8 April

83,75

(+3,40%)

5 April

81,00

(+2,66%)

Sumber: Bloomberg

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper