Harga Batu Bara Newcastle Akhiri Reli Penguatan

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak Juli 2019 ditutup melemah 0,79% atau 0,70 poin di level US$87,70 per metrik ton dari level penutupan sebelumnya, mengakhiri penguatan empat hari berturut-turut.
Aprianto Cahyo Nugroho | 11 April 2019 08:29 WIB
Petugas mengawasi proses penimbunan batu bara di Tambang Air Laya, Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Minggu (3/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Reli harga batu bara Newcastle terhenti pada akhir perdagangan Rabu (10/4/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak Juli 2019 ditutup melemah 0,79% atau 0,70 poin di level US$87,70 per metrik ton dari level penutupan sebelumnya, mengakhiri penguatan empat hari berturut-turut.

Batu bara Newcastle sebelumnya ditutup menguat 2,55 poin atau 2,97% ke elvel US$88,40 per troy ounce pada akhir perdagangan Selasa (9/4).

Di bursa ICE Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak teraktif Juli 2019 ikut melemah 2,52% atau 1,70 poin di posisi 65,75 pada perdagangan Rabu (10/4).

Di sisi lain, harga minyak mentah menguat pada akhir perdagangan Rabu, menyusul rilis data pemerintah Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan penurunan stok bensin dalam jumlah terbesar sejak 2017.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Mei 2019 naik 63 sen dan berakhir di level US$64,61 per barel di New York Mercantile Exchange.

Harga WTI tetap berada di atas rata-rata pergerakan 200 hari setelah menembus level ini pada awal bulan. Bersama minyak WTI, harga bensin untuk pengiriman Mei naik 3,5% dan ditutup di level US$2,0692 per galon, level tertinggi sejak Oktober.

Adapun harga minyak mentah acuan global Brent untuk pengiriman Juni ditutup menguat US$1,12 di level US$71,73 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan di premium US$7,08 terhadap WTI untuk bulan yang sama.

Menurut laporan Energy Information Administration (EIA), stok bahan bakar domestik anjlok lebih dari yang diperkirakan analis, sedangkan pasokan minyak mentah berekspansi untuk pekan ketiga berturut-turut.

Laporan EIA juga menunjukkan kenaikan stok minyak mentah AS sebesar 7,03 juta barel pekan lalu ke level tertingginya sejak November 2017. Produksi minyak mentah AS sendiri bertahan di level rekor 12,2 juta barel per hari.

“Sepertinya ini lebih merupakan berita tentang bensin. Kita terus melihat penurunan persediaan bensin, yang pada akhirnya menjadi pertanda baik bagi minyak mentah, karena akan ada permintaan untuk minyak mentah,” ujar Rob Thummel, managing director di Tortoise.

Pergerakan harga batu bara kontrak Juli 2019 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

10 April

87,70

(-0,79%)

9 April

88,40

(+2,97%)

8 April

85,85

(+2,26%)

5 April

83,95

(+3,13%)

Sumber: Bloomberg

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga batu bara

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup