Garuda Berpotensi Tambah Pendapatan US$172,94 Juta

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. berpotensi meraih tambahan pendapatan senilai US$172,94 juta atau Rp2,42 triliun (kurs US$1 = Rp14.000) dari rencana transaksi antara PT Citilink Indonesia dan PT Mahata Aero Teknologi (MAT).
Hafiyyan | 08 April 2019 23:00 WIB
Sebuah pesawat udara terbang melintas di atas jalan raya saat bersiap mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Senin (14/1/2019). - ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

Bisnis.com, JAKARTA— PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., berpotensi meraih tambahan pendapatan senilai US$172,94 juta atau Rp2,42 triliun (kurs US$1 = Rp14.000) dari rencana transaksi antara PT Citilink Indonesia dan PT Mahata Aero Teknologi (MAT).

Transaksi tersebut merupakan kerja sama penyediaan layanan konektivitas dalam penerbangan (in-flight connectivity) antara Citilink dengan MAT. Citilink merupakan anak usaha Garuda Indonesia.

“Sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja, perusahaan memiliki beberapa inisiatif untuk menghasilkan pendapatan tambahan. Salah satunya melalui kerja sama dengan investor yang memiliki kapasitas layanan in-flight connectivity dan in-flight enetertainment,” papar manajemen dalam keterbukaan informasi, Senin (8/4/2019).

Dengan market share Garuda Group yang mencapai 51% dan jumlah pelanggan 30 juta orang per tahun, maka perusahaan merupakan market place potensial untuk sarana media iklan. Setidaknya ada 6 manfaat dari rencana transaksi terhadap perseroan.

Pertama, meningkatkan level servis kepada penumpang dengan penyediakan layanan konektivitas di pesawat. Kedua, mendapatkan pendapatan tambahan. Ketiga, melakukan efisiensi beban usaha dalam mengurangi biata in-flight entertainment yang akan menjadi beban MAT.

Keempat, memperoleh pendapatan dari biaya kompensasi peralatan koketivitas dan pengelolaan layanan in-flight entertainment. Kelima, mendapat pendapatan dari alokasi slot MAT. Keenam, meningkatkan kinerja keuangan yang berimbas kepada nilai saham dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Secara garis besar, objek transaksi mencakup tiga hal, yakni kerja sama penyediaan layanan konektivitas dalam penerbangan, pengelolaan layanan in-flight entertainment, dan manajemen konten.

Dampak transaksi terhadap keuangan perseroan ialah adanya biaya kompensasi sebesar US$92,04 juta dari pemasangan layanan konektivitas, dan US$80 juta dari in-flight entertainment. Perseroan juga menghemat US$10 juta per tahun biasa in-flight entertainment yang meliputi biaya pembelian musik, film, lisensi, dan biaya integrasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia, bumn

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top