Sempat Sentuh Level US$70, Minyak Brent Ditutup Naik

Minyak mentah Brent untuk kontrak Juni ditutup menguat 0,1% atau 0,09 poin ke level US$69,40 per barel pada perdagangan Kamis (4/4/2019) di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 05 April 2019  |  06:37 WIB
Sempat Sentuh Level US$70, Minyak Brent Ditutup Naik
Harga Minyak WTI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Minyak mentah Brent melampaui level US$70 untuk pertama kalinya sejak November 2018, namun tidak dapat menahan penguatan, karena tanda-tanda pengetatan pasokan global diimbangi oleh prospek ekonomi yang tidak pasti.

Minyak mentah Brent untuk kontrak Juni ditutup menguat 0,1% atau 0,09 poin ke level US$69,40 per barel pada perdagangan Kamis (4/4/2019) di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei ditutup melemah 0,58% atau 0,36 poin ke level US$62,10 per barel di New York Mercantile Exchange.

Patokan internasional Brent kehilangan penguatannya di menit-menit menjelang penutupan perdagangan setelah sebelumnya mencapai level US 70,03 per barel. Perkiraan penurunan ekspor OPEC dari peneliti Oil Movements telah mendorong harga naik, seiring dengan meningkatnya ketegangan di Libya.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump juga akan membahas perdagangan dengan wakil perdana menteri China Liu He, namun belum jelas apakah hasilnya akan memenuhi harapan investor.

Trump juga menghadapi keputusan penting akhir bulan ini tentang apakah akan memperketat sanksi terhadap ekspor Iran sebesar 1,3 juta barel per hari.

"Gambaran fundamental cukup positif dalam hal pengetatan pasokan global," kata Will Rhind, chief executive officer di GraniteShares, seperti dikutip Bloomberg.

“Telah ada reli di pasar ekuitas dan di seluruh komoditas utama, dan minyak adalah salah satu gambaran bagi investor dengan minat bagi aset berisiko,” lanjutnya.

Brent telah menguat 30% tahun ini di tengah konsensus yang berkembang bahwa OPEC dan sekutunya akan memperpanjang pengurangan produksi hingga paruh kedua tahun 2019.

Berkurangnya pasokan yang tidak direncanakan dari Iran dan Venezuela juga semakin membatasi pasar. Namun, Brent telah terhenti di bawah US$70 pekan ini karena dibayangi prospek ekonomi global dan aliran pasokan minyak shale dari AS.

Presiden Direktur Transversal Consulting, Ellen Wald mengatakan harga dalam pola holding, menunggu jawaban atas pertanyaan kunci seperti sanksi atas Iran. "Saya pikir beberapa orang memiliki harapan bahwa sanksi akan dipangkas menjadi nol," ungkapnya.

Lebih banyak perselisihan di anggota OPEC Libya dapat mengurangi pasokan lebih lanjut dan mendorong harga mendekati US$75 per barel, ungkap John Kilduff, mitra di Again Capital LLC.

“Meski begitu, ada banyak ketidakpastian, dengan prospek ekonomi global yang goyah di Asia dan Eropa,” katanya.

Tabel pergerakan minyak mentah West Texas Intermediate kontrak Mei 2019

 

Tanggal

Harga (US$)

Perubahan

 

4/4/2019

62,10

-0,32

(-0,58%)

3/4/2019

62,46

+0,12

(-0,19%)

2/4/2019

62,58

+0,99

(+1,61%)

1/4/2019

61,59

+1,45

(+2,41%)

29/3/2019

60,14

+0,84

(+1,42%)

  

Tabel pergerakan minyak mentah Brent kontrak Juni 2019

 

Tanggal

Harga (US$)

Perubahan

 

4/4/2019

69,40

+0,09

(+0,01%)

3/4/2019

69,31

-0,06

(-0,09%)

2/4/2019

69,37

+0,36%

(+0,52%)

1/4/2019

69,01

+1,43

(+2,12%)

29/3/2019

67,58

+0,48

(+0,72%)

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga minyak mentah

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top