Pasokan AS Meningkat, WTI Ditutup Melemah

Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei melemah 0,12 poin ke level US$62,46 per barel di New York Mercantile Exchange. Kontrak telah menguat 5,4% selama tiga sesi sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho | 04 April 2019 07:18 WIB
West Texas Intermediate - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah melemah pada perdagangan Rabu (3/4/2019), menyusul laporan yang menunjukkan pasokan minyak mentah AS naik paling banyak sejak Januari dan produksi mencapai rekor tertinggi.

Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei melemah 0,12 poin ke level US$62,46 per barel di New York Mercantile Exchange. Kontrak telah menguat 5,4% selama tiga sesi sebelumnya.

Sementara itu, minyak Brent untuk kontrak Juni tergelincir 0,1% atau 0,06 poin ke level US$69,31 di ICE Futures Europe exchange, setelah sebelumnya bergerak menguat hingga US$69,96.

Dilansir Bloomberg, minyak mentah menguat setelah mendekati titik tertinggi dalam lima bulan menyusul laporan Energy Information Administration (EIA) memperbarui kekhawatiran mengenai kelebihan pasokan global. EIA menyatakan stok minyak mentah meningkat 7,24 juta barel pekan lalu, melampaui estimasi analis dan industri.

Meskipun data tersebut tertahan oleh keterlambatan pengiriman di Houston pekan lalu, data tetap menghapus kenaikan harga pada hari sebelumnya menyusul berita ekonomi dari Eropa dan Asia, bersama dengan laporan kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-China.

"Di permukaan, angka-angka terlihat bearish dengan adanya kenaikan cadangan minyak minyak mentah yang besar," kata Andrew Lebow, mitra senior di New York Consultant Commodity Research Group, seperti dikutip Bloomberg.

"Ini sedikit membangkitkan antusiasme pasar, meskipun variabel mungkin lebih dipertanyakan minggu ini,” lanjutnya.

Rebound minyak mentah tahun ini, yang termasuk kenaikan kuartalan terbesar dalam hampir satu dekade, telah menjadi kemenangan bagi kesepakatan pemotongan produksi yang diatur oleh OPEC dan sekutunya.

Namun, kesepakatan tersebut itu telah memicu kemarahan Presiden Donald Trump dan meningkatkan risiko pembalasan hukum di AS. Meningkatnya harga juga dapat mempengaruhi pengambilan keputusan Gedung Putih tentang sanksi terhadap dua anggota OPEC, Iran dan Venezuela .

EIA membawa pengingat lain dari booming minyak AS yang memaksa OPEC untuk campur tangan menaikkan harga. Produksi AS mencapai rekor 12,2 juta barel per hari pekan lalu. Sementara itu, pasokan bensin dan minyak distilasi keduanya turun lebih dari yang diperkirakan, mengurangi beberapa kekhawatiran tentang permintaan.

"Ada asumsi bahwa kenaikan produk jadi akan lebih dari cukup untuk mengatasi surplus minyak mentah," kata Michael McCarthy, kepala analis pasar CMC Markets Asia Pacific Pty.

 

Tabel pergerakan minyak mentah West Texas Intermediate kontrak Mei 2019

 

Tanggal

Harga (US$)

Perubahan

 

3/4/2019

62,46

+0,12

(-0,19%)

2/4/2019

62,58

+0,99

(+1,61%)

1/4/2019

61,59

+1,45

(+2,41%)

29/3/2019

60,14

+0,84

(+1,42%)

28/3/2019

59,30

-0,11

(-0,19%)

  

Tabel pergerakan minyak mentah Brent kontrak Juni 2019

 

Tanggal

Harga (US$)

Perubahan

 

3/4/2019

69,31

-0,06

(-0,09%)

2/4/2019

69,37

+0,36%

(+0,52%)

1/4/2019

69,01

+1,43

(+2,12%)

29/3/2019

67,58

+0,48

(+0,72%)

28/3/2019

67,10

-0,14

(-0,21%)

Sumber: Bloomberg

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga minyak mentah

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup