Harga Karet Tokyo Naik Lagi Jelang Akhir Pekan

Harga karet di bursa Tokyo berhasil rebound dari pelemahannya dan berakhir di zona hijau pada perdagangan hari, Jumat (29/3/2019).
Renat Sofie Andriani | 29 Maret 2019 16:37 WIB
Petani memanen getah karet di Banyuasin, Sumatra Selatan, Selasa (8/1/2019). - Antara/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet di bursa Tokyo berhasil rebound dari pelemahannya dan berakhir di zona hijau pada perdagangan hari, Jumat (29/3/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif September 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup naik 0,50% atau 0,90 poin di level 182,20 yen per kg dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (28/3), harga karet kontrak September berakhir di teritori negatif dengan pelemahan tajam 2,42% atau 4,50 poin di level 181,30 yen per kg.

Sebelum berhasil rebound, karet sempat melanjutkan pelemahannya dengan dibuka turun 0,22% atau 0,40 poin di posisi 180,90 pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, harga karet kontrak September bergerak di level 181,60 – 182,90.

Berbanding terbalik dengan karet Tokyo, harga karet untuk kontrak teraktif Mei 2019 di Shanghai Futures Exchange lanjut berakhir turun 0,40% atau 45 poin di level 11.220 yuan per ton pada perdagangan hari ini, pelemahan hari keenam berturut-turut.

Dilansir Bloomberg, kontrak berjangka karet di Shanghai membukukan penurunan bulanan terbesarnya dalam setahun akibat tertekan kekhawatiran perlambatan pertumbuhan global dan produksi karet yang berlebih.

Jumlah persediaan karet di Shanghai dilaporkan naik 0,8% menjadi 443.798 ton pekan lalu, level tertinggi sejak 15 November. Kondisi suplai yang berlebih tersebut dinilai akan mempersulit karet untuk melonjak.

Meski sejumlah negara produsen telah memutuskan untuk memangkas ekspor selama empat bulan dan mendorong konsumsi domestik, langkah tersebut sejauh ini tampak kurang berdampak untuk membalik sentimen kelebihan suplai.

Sementara itu, Wakil Gubernur Federal Reserve Richard Clarida menyatakan risiko ekonomi global yang menjulang dapat membantu bank sentral AS tersebut menahan kebijakannya.

Sejumlah pembuat kebijakan The Fed telah merujuk pada perlambatan pertumbuhan global, terutama di China dan Eropa. The Fed juga telah memprediksikan tidak adanya kenaikan suku bunga tahun ini.

Kendati demikian, harga karet sedikit mendapat sokongan dari optimisme perkembangan perundingan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan AS siap untuk terus bernegosiasi dengan pemerintah China selama berpekan-pekan atau bahkan berbulan-bulan guna mencapai kesepakatan.

Pergerakan Harga Karet Kontrak Sepetmber 2019 di Tocom

Tanggal                             

Harga (Yen/Kg)              

Perubahan

29/3/2019

182,20

+0,50%

28/3/2019

181,30

-2,42%

27/3/2019

185,80

+1,14%

Sumber: Bloomberg  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga karet

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top