Minyak Mentah Tergelincir, Batu Bara Newcastle Masih Kokoh Menguat

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Mei 2019 ditutup menguat 0,39% atau 0,35 poin di level US$89,20 per metrik ton.
Aprianto Cahyo Nugroho | 28 Maret 2019 08:28 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara Newcastle kembali melanjutkan penguatannya pada akhir perdagangan hari ketiga beruturut-turut, Rabu (27/3/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Mei 2019 ditutup menguat 0,39% atau 0,35 poin di level US$89,20 per metrik ton.

Harga batu bara Newcastle mengua tdi hari perdagangan ketiga berturut-turut setelah pada perdagangan sebelumnya, Selasa (26/3), berakhir menguat 0,23% atau 0,20 poin di level US$88,85 per metrik ton.

Berbanding terbalik dengan batu bara Newcastle, harga batu bara di bursa ICE Rotterdam untuk kontrak April 2019 ditutup melemah 2,54% atau 1,65 poin ke level US$63,20 per metrik ton pada Rabu.

Berbanding terbalik dengan harga batu bara, harga minyak mentah tergelincir dan ditutup turun pada perdagangan Rabu, setelah laporan lonjakan suplai minyak mentah Amerika Serikat (AS) yang tak terduga menambah sentimen negatif pasar yang telah terbebani keresahan permintaan global.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Mei 2019 berakhir turun 53 sen di level US$59,41 per barel di New York Mercantile Exchange. Sepanjang kuartal pertama tahun ini, WTI telah naik sekitar 30%.

Harga minyak mentah acuan global Brent untuk pengiriman Mei ikut ditutup 14 sen di level US$67,83 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Kontrak minyak mentah berubah negatif setelah badan energi AS Energy Information Administration (EIA) melaporkan pertumbuhan jumlah stok minyak mentah sebesar 2,8 juta barel pekan lalu.

Peningkatan tersebut, yang melampaui estimasi industri dan analis, sebagian dipandang akibat penutupan Houston Ship Channel yang telah mengganggu ekspor Amerika.

“Kenaikan itu sedikit lebih besar daripada yang diperkirakan semua orang,” ujar Rob Thummel, direktur pelaksana di Tortoise. “Penundaan pengiriman, meskipun sementara, kemungkinan akan mempengaruhi pasar minyak untuk beberapa pekan berikutnya.”

“Peningkatan persediaan di AS membayangi penurunan persediaan bensin. Baik pengiriman minyak mentah masuk dan keluar turun dan meskipun ekspor produk olahan tidak menunjukkan dampak dari gangguan Houston, hal itu mungkin terjadi pekan depan,” lanjut Thummel.

 

Pergerakan harga batu bara kontrak Mei 2019 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

27 Maret

89,20

(+0,39%)

26 Maret

88,85

(+0,23%)

25 Maret

88,65

(+0,68%)

22 Maret

88,05

(-0,73%)

Sumber: Bloomberg

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga batu bara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup