Sempat Menghijau, Harga CPO Kembali Memerah

Setelah dibuka menguat, harga minyak kelapa sawit kembali lesu pada perdagangan Selasa (26/3/2019).
Sempat Menghijau, Harga CPO Kembali Memerah Dika Irawan | 26 Maret 2019 16:19 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah dibuka menguat, harga minyak kelapa sawit kembali lesu pada perdagangan Selasa (26/3/2019).

Pada sesi pembukaan harga crude palm oil kontrak Juni 2019 di Bursa Derivatif Malaysia menguat 0,33% atau 7,00 poin pada level 2.147 ringgit per ton, tetapi hingga pukul 15:.10 WIB, harga bahan baku sabun tersebut malah melemah 0,19% atau 4,00 poin pada level 2.136 ringgit per ton.

Mengutip dari Bloomberg, pelemahan CPO terjadi karena kekhawatiran pasar terhadap pertumbuhan produksi di Malaysia dan menguatnya mata uang ringgit.

Baru-baru ini penurunan hasil obligasi pemerintah AS membebani dolar. Ringgit yang lebih kuat cenderung membuat ekspor mahal, sehingga membatasi permintaan minyak sawit.

“Pasar sedang bereaksi terhadap tingginya produksi [sawit] yang diekspektasikan tumbuh satu digit pada Maret sejalan dengan tren musiman,” kata pialang yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia.

Sementara itu, sejumlah analis justru memperkirakan produksi sawit Malaysia akan memperlihatkan pertumbuhan hampir dua digit pada Maret. Adapun Malaysian Palm Oil Association mengestimasikan bahwa produksi CPO turun tipis 0,8% pada periode 1-20 Maret dari bulan sebelumnya.

Pada saat bersamaan, kompetitor minyak sawit, yaitu minyak kedelai juga mengalami penurunan harga sebesar 0,10% atau 0,03 poin pada level US$28,79 per pon. Umumnya, naik turunnya harga CPO beriringan dengan harga minyak kedelai. Hal ini terjadi karena keduanya merupakan kompetitor di pasar minyak nabati.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga cpo, minyak sawit

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top