Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KINERJA 2018 : Laba Puradelta Lestari (DMAS) Tergerus 24,43 Persen

Emiten properti khusus kawasan industri, PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemegang saham pada 2018 senilai Rp496,25 miliar, turun 24,43% dari posisi Rp656,71 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Suasana Penawaran Umum Perdana Saham PT Puradelta Lestari Tbk di Jakarta, Kamis, (21/5)./JIBI-Nurul Hidayat
Suasana Penawaran Umum Perdana Saham PT Puradelta Lestari Tbk di Jakarta, Kamis, (21/5)./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten properti khusus kawasan industri, PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemegang saham pada 2018 senilai Rp496,25 miliar, turun 24,43% dari posisi Rp656,71 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam laporan keuangan 2018 yang dirilis pada Selasa (26/3/2019), pendapatan usaha yang dibukukan oleh DMAS senilai Rp1,03 triliun, turun 22,55% dari posisi Rp1,33 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Beban pokok DMAS per 2018 senilai Rp455,4 miliar, turun 12,67% dari posisi Rp521,53 miliar.

Dari sisi operasional, pendapatan usaha pada 2018 DMAS terdiri dari dua segmen yakni properti dan hotel masing-masing senilai Rp1,02 triliun dan Rp10,35 miliar. Pendapatan dari dua segmen menurun dibandingkan dengan 2017 dari posisi masing-masing senilai Rp1,3 triliun dan Rp30,13 miliar.

Total aset yang dibukukan oleh DMAS pada 2018 senilai Rp7,5 triliun, terdiri dari liabilitas senilai Rp311,52 miliar dan ekuitas senilai Rp7,18 triliun.

Pada tahun ini, DMAS mengincar marketing sales senilai Rp1,25 triliun atau naik 41,4% year on year. Dalam pemberitaan sebelumnya, Tondy Suwanto, Direktur PT Puradelta Lestari Tbk. mengklaim bahwa permintaan lahan industri, telah meningkat sejak akhir 2018. Pada 2018, pengembang kawasan industri terpadu Kota Deltamas membukukan marketing sales senilai Rp884 miliar. 

Penurunan kinerja 2018, katanya, karena banyak investor yang masih wait and see dan masih mengamati dinamika situasi makro di Indonesia. Akan tetapi, investor menilai telah ada perbaikan ekonomi dari sisi global dan lokal. Dia menambahkan, kondisi tersebut menjadi sentimen positif terhadap peningkatan penjualan lahan industri.

Adapun marketing sales Grup Sinarmas ini pada 2018 berkisar 30 ha--35 ha. Capaian ini lebih sedikit dibandingkan dengan penjualan 2017 sebesar 59 ha. Di sisi lain, emiten bersandi saham DMAS tengah melakukan negosiasi dengan investor asing untuk mendongkrak penjualan lahan industri 2019.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Riendy Astria
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper