IHSG & Rupiah Kompak Tergelincir dari Relinya Siang Ini

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menetap di zona merah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (22/3/2019).
Renat Sofie Andriani | 22 Maret 2019 12:59 WIB
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/2/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menetap di zona merah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (22/3/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG turun tipis 0,06% atau 3,90 poin ke level 6.497,87 pada akhir sesi I dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (21/3), IHSG berakhir menguat 0,29% atau 19,07 poin di level 6.501,78. Indeks sempat melanjutkan penguatannya dengan dibuka naik 0,14% atau 9,08 poin di level 6.510,85 pagi tadi.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.495,12 – 6.522,04.

Lima dari sembilan sektor menetap di zona merah, dipimpin sektor industri dasar (-0,71%) dan tambang (-0,34%). Empat sektor lainnya menguat, dipimpin sektor pertanian yang naik 0,34%.

Sebanyak 165 saham menguat, 156 saham melemah, dan 308 saham stagnan dari 629 saham yang diperdagangkan.

Saham PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang masing-masing turun 2,39% dan 1% menjadi penekan utama turunnya IHSG siang ini.

IHSG diperkirakan akan bergerak cenderung melemah dengan level support-resistance 6.450-6.520.

Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan secara teknikal IHSG berhasil bertahan di atas level psikologis 6.500. Namun indikator Stochastic dead-cross dan RSI bergerak pada momentum bearish yang membuat pergerakan IHSG masih berpotensi menguji support Moving Average 50 hari.

“Trend pergerakan IHSG cukup negatif jika tidak mampu break out atau kuat di atas level 6.500,” paparnya dalam riset harian.

Bersama IHSG, nilai tukar rupiah terpantau terdepresiasi 18 poin atau 0,13% ke level Rp14.158 per dolar AS pada pukul 10.48 WIB dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (21/3), rupiah ditutup menguat 48 poin atau 0,34% di posisi Rp14.140 per dolar AS. Sebelum tergelincir melemah, rupiah sempat melanjutkan penguatannya dengan dibuka terapresiasi tipis 4 poin atau 0,03% di level Rp14.136 per dolar AS pagi tadi.

Indeks saham lainnya di kawasan Asia mayoritas juga bergerak negatif siang ini, di antaranya indeks FTSE Straits Times Singapura (-0,04%) dan indeks FTSE Malay KLCI (-0,31%).

Adapun indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,44%, indeks Kospi Korea Selatan turun 0,19%, sedangkan indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing melemah 0,77% dan 0,99%.

Bursa saham China melemah saat reli pasar menunjukkan tanda-tanda jenuh menjelang putaran baru perundingan perdagangan antara Amerika Serikat dan Negeri Tirai Bambu pekan depan.

Delegasi negosiasi dagang dari pihak pemerintah AS yang dipimpin Perwakilan Dagang Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin akan mengunjungi China pada 28-29 Maret.

Hal lain yang menghantui pasar saham Asia secara keseluruhan adalah keinginan kuat Inggris untuk keluar dari Uni Eropa (Brexit), dengan meningkatnya kekhawatiran tentang Brexit tanpa kesepakatan (no-deal Brexit), sebagaimana dilansir Reuters.

Para pemimpin Uni Eropa mengatakan Inggris dapat meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan pada 12 April jika anggota parlemen pada pekan depan tidak mendukung kesepakatan yang telah diupayakan Perdana Menteri Theresa May dengan UE.

Sementara itu, para pemimpin UE memberi May periode tambahan selama dua bulan, hingga 22 Mei, untuk merealisasikan Brexit jika dia mampu memenangkan voting di parlemen pekan depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top