Batu Bara Newcastle Reli Empat Hari Berturut-turut

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak Maret 2019 ditutup menguat 0,10 poin atau 0,11% di level US$94,90 per metrik ton.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  08:20 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara di bursa ICE Newcastle melanjutkan penguatannya di hari keempat pada akhir perdagangan kemarin, Rabu (27/2/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak Maret 2019 ditutup menguat 0,10 poin atau 0,11% di level US$94,90 per metrik ton.

Harga batu bara melanjutkan penguatannya di hari keempat berturut-turut setelah berakhir naik 1,1 poin atau 0,17% di level US$94,80 per metrik ton pada perdagangan Selasa (26/2).

Sementara itu di bursa ICE Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak teraktif April 2019 ditutup naik 1,61% atau 1,20 poin ke level US$75,85 per metrik ton pada akhir perdagangan Selasa.

Sejalan dengan harga batu bara, harga minyak mentah menguat tajam pada perdagangan Rabu, setelah penurunan stok minyak Amerika Serikat (AS) menunjukkan mengetatnya pasokan global oleh langkah OPEC dan aliansinya terlepas dari protes yang dilancar Presiden Donald Trump.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak April 2019 membukukan kenaikan terbesarnya dengan ditutup melonjak US$1,44 di level US$56,94 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman April 2019 berakhir menguat US$1,18 di level US$66,39 per barel di ICE Futures Europe exchange London. Acuan minyak mentah global ini diperdagangkan di level US$9,45 premium terhadap WTI.

Kontrak berjangka minyak melonjak setelah badan energi AS, Energy Information Administration (EIA), melaporkan impor minyak ke AS mencapai level terendah dalam dua dekade, dengan pengiriman dari Arab Saudi menyentuh level terendah dalam data mingguan sejak 2010.

Menurut EIA, AS mengimpor 5,92 juta barel minyak mentah pekan lalu, level terendah sejak 1996. Penurunan pengiriman luar negeri dan peningkatan permintaan untuk produk olahan membayangi produksi minyak serpih Amerika yang mencapai rekor mingguan lagi.

Secara keseluruhan, persediaan minyak domestik turun 8,65 juta barel pekan lalu, dua kali penurunan yang diperkirakan dalam laporan industri sehari sebelumnya.

 “Data inventaris AS memberikan salah satu laporan mingguan paling bullish yang pernah kami lihat dalam beberapa waktu,” ujar Brian Kessens, yang membantu mengelola aset energi senilai US$16 miliar di Tortoise, Kansas.

“Kami sebelumnya berpikir twit Trump akan memberi sedikit tekanan pada OPEC+ untuk menjaga pasokan tetap tinggi tetapi sepertinya itu diabaikan.”

Pergerakan harga batu bara kontrak Maret 2019 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

27 Februari

94,90

(+0,11%)

26 Februari

94,80

(+1,17%)

25 Februari

93,70

(+0,11%

22 Februari

93,60

(+0,05%)

21 Februari          

93,55

(-0,32%)

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga batu bara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup