Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KINERJA 2018 : Arus Kas Operasi Waskita Karya (WSKT) Surplus Rp3,03 Triliun

Arus kas dari aktivitas operasi PT Waskita Karya (Persero) Tbk. kembali surplus Rp3,03 triliun pada 2018 setelah tercatat defisit dalam dua tahun berturut-turut.
Direksi dan manajemen PT Waskita Karya (Persero) Tbk. berfoto usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (1/2/2019)./Bisnis-M. Nurhadi Pratomo
Direksi dan manajemen PT Waskita Karya (Persero) Tbk. berfoto usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (1/2/2019)./Bisnis-M. Nurhadi Pratomo

Bisnis.com, JAKARTA — Arus kas dari aktivitas operasi PT Waskita Karya (Persero) Tbk. kembali surplus Rp3,03 triliun pada 2018 setelah tercatat defisit dalam dua tahun berturut-turut.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis.com, posisi kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi Waskita Karya senilai Rp3,03 triliun per 31 Desember 2018 menjadi yang tertinggi dalam rentang 2014—2018. Dua tahun sebelumnya, arus kas operasi perseroan tercatat defisit dengan besaran Rp7,76 triliun pada 2016 dan Rp5,95 triliun pada 2017.

Arus kas dari aktivitas operasi emiten berkode saham WSKT itu sempat mencatat surplus Rp657,97 miliar pada 2015. Kondisi itu berbalik dari tahun sebelumnya defisit Rp88,71 miliar pada 2014.

Director of Finance and Strategy Waskita Karya Haris Gunawan menjelaskan bahwa arus kas operasi perseroan menjadi surplus berkat adanya penerimaan pembayaran proyek-proyek turnkey dengan total Rp34 triliun pada 2018.

Selain itu, pihaknya menerima pembayaran dana talangan tanah dari lembaga manajemen aset negara (LMAN) senilai Rp2 triliun tahun lalu.

Haris mengatakan pihaknya telah menyiapkan strategi untuk menjaga pencapaian 2018. Menurutnya, WSKT akan menerima pembayaran proyek-proyek turnkey pada 2019. 

“Pada 2019, perseroan menargetkan Rp25 triliun penerimaan pembayaran dari proyek-proyek turnkey,” ujarnya kepada Bisnis.com, Rabu (27/2/2019).

Waskita Karya mengantongi pendapatan Rp48,78 triliun pada 2018. Pencapaian itu naik 7,91% dari Rp45,21 triliun pada 2017.

Sementara itu, beban pokok pendapatan perseroan tercatat tumbuh 11,68% secara tahunan pada 2018. Jumlah yang dikeluarkan naik dari Rp35,74 triliun pada 2017 menjadi Rp39,92 triliun tahun lalu.

Dengan demikian, WSKT mengamankan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk Rp3,96 triliun pada 2018. Realisasi itu tumbuh 2,09% dari Rp3,88 triliun pada 2017.

Analis Kresna Sekuritas Andreas Kristo Saragih menilai manajemen perseroan mencapai target dalam mendapatkan cash inflow pada 2018. Pasalnya, cash inflow mencapai Rp36 triliun yang datang dari berbagai sumber seperti pembayaran turnkey project dan pembayaran dana talangan lahan. 

“Sehingga cash balance dapat tumbuh positif menjadi Rp10,8 triliun,” ujarnya.

Pada 2019, Andreas memperkirakan cash flow WSKT akan tetap positif. Proyeksi tersebut sejalan dengan adanya sisa pembayaran turnkey project senilai Rp25 triliun dan pembayaran dana talangan lahan sekitar Rp3 triliun.

“Saya masih merekomendasikan WSKT di target harga Rp2.240,” paparnya.

Frankie Wijoyo Prasetio, Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan menilai menilai pencapaian arus kas operasional positif WSKT pada 2018 perlu mendapat apresiasi. Apalagi, pada tahun ssebelumnya, negatif yang tercatat hampir mencapai Rp6 triliun.

“Hanya saja kalau dilihat memang WSKT mengalami perlambatan kenaikan laba pada kuartal III/2018 dan kuartal IV/2018,” jelasnya.

Di sisi lain, dia menilai dari sisi price earning ratio (PER) saham WSKT masih terbilang undervalue. Kontraktor pelat merah itu diperdagangkan dengan PER di kisaran 6,56 kali.

Frankie menilai saham WSKT masih menarik untuk dikoleksi oleh investor. Target harga saham berada di level Rp2.400.

Berdasarkan data Bloomberg, harga saham WSKT ditutup menguat 65 poin atau 3,51% ke level Rp1.915 pada penutupan perdagangan, Rabu (27/2/2019). Total kapitalisasi pasar yang dimiliki perseroan senilai Rp25,99 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Riendy Astria
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper