Harga Karet Melorot Gara-gara Trump

Anjloknya harga minyak mentah menyeret harga karet turun lebih dari 1% pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (26/2/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  16:28 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Anjloknya harga minyak mentah menyeret harga karet turun lebih dari 1% pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (26/2/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak Juli 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup melorot 1,15% atau 2,30 poin di level 197,50 yen per kg dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (25/2/2019), harga karet kontrak Juli berakhir di level 199,680 dengan lonjakan 6,20 poin atau 3,20%.

Harga karet mulai tergelincir dari level tertingginya dalam sembilan bulan ketika dibuka di zona merah dengan pelemahan tajam 0,95% atau 1,90 poin di posisi 197,90 pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, harga karet bergerak di level 196,80 – 197,70.

Adapun harga karet untuk kontrak teraktif Agustus 2019 di Tocom hari ini berakhir melorot 1,19% atau 2,40 poin di posisi 199,10.

Di Shanghai Futures Exchange, harga karet untuk kontrak teraktif Mei 2019 juga berakhir melorot 1,66% atau 210 poin di level 12.425 yuan per ton setelah mampu berakhir melonjak 230 poin atau 1,85% di level 12.635 pada perdagangan Senin (24/2).

Sebagaimana diberitakan Bloomberg, kontrak berjangka karet tergelincir dari penguatannya akibat terdampak kekhawatiran bahwa harga varietas sintetis akan menjadi lebih murah karena anjloknya harga minyak bumi.

“Pelemahan minyak mentah adalah salah satu pendorongnya,” ujar Avtar Sandu, manajer senior untuk komoditas di Phillip Futures Pte., Singapura.

Seperti diketahui, karet sintetis yang menjadi bahan subtitusi utama karet alam dibuat dari polimer turunan minyak, sehingga pergerakan harganya jelas dipengaruhi harga minyak yang menjadi bahan baku asalnya.

“Karet juga menjadi overbought setelah kenaikan baru-baru ini, sementara para pedagang mencari berita bullish yang baru,” tambahnya.

Pada perdagangan Senin (25/2), harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak April 2019 ditutup anjlok US$1,78 di level US$55,48 per barel di New York Mercantile Exchange, level terendah sejak 14 Februari.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman April 2019 berakhir anjlok US$2,36 di level US$64,76 per barel di ICE Futures Europe exchange London.

Baik minyak WTI dan Brent melanjutkan pelemahannya masing-masing sebesar 0,45% ke level US$55,23 dan 0,17% ke level US$64,65 per barel hari ini pukul 15.03 WIB.

Harga minyak mentah anjlok setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengomentari harga yang terlalu tinggi dan menyerukan OPEC untuk tidak terlalu agresif.

Melalui Twitter, Trump mendesak kartel minyak tersebut untuk tidak terlalu agresif soal harga minyak. Lewat cuitannya itu, Trump juga memperingatkan bahwa ekonomi global terlalu rentan untuk menghadapi kenaikan harga minyak.

Twit terbaru Trump muncul menjelang perhelatan International Petroleum Week, yang dibuka di London pada Selasa (26/2/2019) waktu setempat. Harga minyak AS dan global seketika anjlok pada perdagangan Senin (25/2/2019) akibat komentar terbaru Trump.

Retorika Trump dengan OPEC telah memengaruhi perubahan harga yang besar tahun lalu, ketika ia menekan organisasi ini untuk menjaga minyak tetap mengalir demi membantu konsumen.

Pergerakan Harga Karet Kontrak Juli 2019 di Tocom

Tanggal                             

Harga (Yen/Kg)              

Perubahan

26/2/2019

197,50

-1,15%

25/2/2019

199,80

+3,20%

22/2/2019

193,60

-0,77%

21/2/2019

195,10

-1,22%

20/2/2019

197,50

+2,07%

Sumber: Bloomberg  

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak, harga karet

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top