Lelang SUN Capai Rekor Rp93,93 triliun

Lelang SUN yang mencapai rekor hari ini, Rp93,93 triliun menunjukkan optimisme investor terhafap pasar utang dalam negeri
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  20:18 WIB
Lelang SUN Capai Rekor Rp93,93 triliun
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Investor semakin optimistis terhadap pasar surat utang dalam negeri menyusul negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan China diindikasikan semakin menuju ke arah yang positif, terlihat dari minat lelang SUN yang mencapai rekor hari ini, Rp93,93 triliun.

Ramdhan Ario Maruto, Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa secara umum pasar saat ini masih dikendalikan oleh faktor eksternal. Dari dalam negeri, tidak ada perubahan kondisi yang sangat signifikan dan secara umum cukup positif.

Menurutnya, diskusi Amerika Serikat dan China yang makin menjurus ke arah damai dagang membuat pasar lebih tenang saat ini. Lagi pula, suku bunga The Fed juga diperkirakan tidak akan kembali dinaikkan secara  agresif tahun ini.

Hal ini menyebabkan pasar keuangan secara global cenderung akan semakin likuid karena risiko-risikonya menjadi lebih terukur. Kondisi tersebut diekspektasikan akan menyebabkan yield surat utang global semakin turun, termasuk juga di Indonesia.

“Kalau begitu, pasar kita diperkirakan akan membaik dalam waktu dekat, sehingga investor sebisa mungkin mencoba masuk sekarang sebelum yieldnya turun, sehingga potensi capital gain-nya akan semakin tinggi,” katanya, Selasa (26/2/2019).

Adapun, dalam lelang hari ini, pemerintah melepas 6 seri SUN dalam lelang kali ini, terdiri atas 4 seri obligasi negara fixed rate dan 2 seri instrumen pasar uang surat perbendaharaan negara. Targetnya antara Rp15 triliun hingga Rp30 triliun.

Namun, kendati penawaran yang masuk sangat tinggi, pemerintah hanya menyerap sebesar Rp22 triliun atau 23% dari penawaran yang masuk. Hal ini menyebabkan likuiditas yang tersisa di pasar masih sangat tinggi.

Ini berpotensi mendorong permintaan di pasar sekunder dalam beberapa hari ke depan. Tidak mengherankan bila hari inipun penguatan terjadi di pasar sekunder. Yield SUN 10 tahun hari ini turun dari 7,878% ke level 7,793%.

Dalam lelang kali ini, penawaran terbesar investor masuk pada seri FR0077 bertenor 5 tahun, yakni sebesar Rp39,7 triliun, lalu disusul seri FR0078 tenor 10 tahun sebesar Rp22,54 triliun. Hal ini menunjukkan secara umum investor masih meminati tenor yang menengah.

Berikut ini hasil lengkap lelang SUN yang dilaksanakan oleh pemerintah hari ini:

SPN 03190527

Maturity bond : 27 Mei 2019

Incoming bid    : Rp 6.11 T

Avg yield          : 5.79 %

Highest yield    : 5.79 %

Dimenangkan  : Rp 2.0 T

 

SPN 12200213

Maturity bond : 13 Feb 2020

Incoming bid    : Rp 5.61 T

Avg yield          : 6.0725 %

Highest yield    : 6.10 %

Dimenangkan  : Rp 2.0 T

 

FR0077

Maturity bond : 15 Mei 2024

Incoming bid    : Rp 39.719 T

Avg yield          : 7.62091 %

Highest yield    : 7.63 %

Dimenangkan  : Rp 1.65 T

 

FR0078

Maturity bond : 15 Mei 2029

Incoming bid  : Rp 22.5454 T

Avg yield      : 7.8254 %

Highest yield    : 7.84 %

Dimenangkan  : Rp 6.35 T

 

FR0068

Maturity bond : 15 Mei 2034

Incoming bid    : Rp 12.906 T

Avg yield          : 8.15998 %

Highest yield    : 8.18 %

Dimenangkan  : Rp 5.10 T

 

FR0079

Maturity bond : 15 April 2039

Incoming bid    : Rp 7.0403 T

Avg yield          : 8.26156 %

Highest yield    : 8.28 %

Dimenangkan  : Rp 4.9 T

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sun

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup