Mirae Asset Sekuritas: Harga SUN Diperkirakan Menguat Terbatas di Pasar Sekunder

Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan harga Surat Utang Negara (SUN) di pasar sekunder menguat terbatas pada perdagangan Senin (25/2/2019).
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  09:35 WIB
Mirae Asset Sekuritas: Harga SUN Diperkirakan Menguat Terbatas di Pasar Sekunder
Ilustrasi Surat Utang Negara. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan harga Surat Utang Negara (SUN) di pasar sekunder menguat terbatas pada perdagangan Senin (25/2/2019).
 
Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Indonesia Dhian Karyantono mengatakan bahwa sentimen positif bagi pergerakan harga SUN di pasar sekunder masih berasal dari perkembangan negosiasi dagang antara AS dengan China di Washington, di mana sejauh ini perkembangan negosiasi tersebut menuju ke arah damai. 
 
Selain itu, hasil Survei Pemantauan Harga (SPH) Bank Indonesia (BI) pada pekan ketiga Februari 2019 memperkirakan bahwa inflasi hanya sebesar 2,58% year-on-year (yoy) atau merupakan level terendah sejak September 2009. 
 
Hasil SPH BI juga sekaligus meningkatkan kemungkinan kebijakan moneter BI yang dovish ke depan, karena proyeksi level inflasi tersebut berada di kisaran batas bawah target inflasi BI tahun ini, yang sebesar 2,5%-4,5%. 
 
Meski demikian, beberapa sentimen positif tersebut tampaknya akan dibatasi oleh adanya agenda lelang SUN pada esok hari. Untuk kategori SUN Fixed Rate (FR), pemerintah melelang keempat seri SUN benchmark pada tahun ini yaitu FR0077, FR0078, FR0068, dan FR0079.  
 
Untuk transaksi jangka pendek, Dhian masih merekomendasikan investor untuk fokus pada perdagangan SUN seri pendek dan menengah, utamanya FR0077 dan FR0078, dengan aksi hold pada hari ini. 
 
"Hal tersebut didasarkan pada proyeksi kenaikan harga SUN hari ini. Namun, ada kemungkinan downside risk bagi harga SUN di pasar sekunder yang berasal dari lelang SUN esok hari, rentetan testimoni  pidato Gubernur The Fed Jerome Powell pada pekan ini mengenai perkembangan dan outlook ekonomi AS, serta jadwal rilis beberapa data krusial makroekonomi AS," paparnya dalam riset harian, Senin (25/2).
 
Berikut proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri SUN yang likuid hari ini:
 
FR0063 (15 Mei 2023): 93,00 (7,59%) - 93,50 (7,45%)
FR0077 (15 Mei 2024): 101,60 (7,74%) - 102,10 (7,63%)
FR0064 (15 Mei 2028): 86,85 (8,18%) - 87,50 (8,07%)
FR0078 (15 Mei 2029): 102,25 (7,92%) - 103,00 (7,82%)
FR0065 (15 Mei 2033): 84,50 (8,39%) - 86,25 (8,29%)
FR0068 (15 Maret 2034): 101,00 (8,26%) - 101,75 (8,17%)
FR0075 (15 Mei 2038): 92,00 (8,34%) - 93,00 (8,23%)
FR0079 (15 April 2039): 100,00 (8,37%) – 101,00 (8,27%)
 
Adapun rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif di kisaran Rp14.014-Rp14.117 dengan kecenderungan menguat.     
 
Berikut review perdagangan Jumat (22/2):
-PRICE OF INDONESIA GOVERNMENT BONDS-
FR0077: +13,00      bps to 101,77 (7,70%)
FR0078: +10,10      bps to 102,27 (7,92%)
FR0068: +20,50      bps to 101,46 (8,20%)
FR0079: +0,30        bps to 100,67  (8,30%)
 
-YIELD OF GLOBAL BONDS-
UST 2yr:   -0,027      point to 2,50%
UST 5yr:    -0,030     point to 2,48%
UST 10yr:  -0,028     point to 2,67%
UST 30yr:  -0,027     point to 3,02%
German Bund 10yr: -0,032 point to 0,09%
UK Gilt 10yr: -0,044 point to 1,16%
 
-CDS OF INDONESIA BONDS-
CDS 2yr:   -0,85%   to  46,14
CDS 5yr:   +0,32%   to 107,74
CDS10yr:  -0,66%   to 173,54
 
-CRUDE OIL PRICES -
WTI:  +0,16%      to US$57,35 per barrel 
BRENT: +0,07%    to US$67,12 per barrel

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
surat utang negara

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup