Kurs Jisdor Melemah ke Rp14.079, Penguatan Dolar AS Bebani Spot Rupiah

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.079 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Jumat (22/2/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 22 Februari 2019  |  10:28 WIB
Kurs Jisdor Melemah ke Rp14.079, Penguatan Dolar AS Bebani Spot Rupiah
Karyawati Bank Mandiri menghitung mata uang dolar AS dan rupiah di Jakarta, Selasa (12/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.079 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Jumat (22/2/2019).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.079 per dolar AS, melemah 22 poin atau 0,15% dari posisi Rp14.057 pada Kamis (21/2).

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah tipis 6 poin atau 0,04% ke level Rp14.077 per dolar AS dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (21/2), rupiah berakhir melemah 27 poin atau 0,19% di level Rp14.071 per dolar AS. Rupiah mulai melanjutkan pelemahannya ketika dibuka terdepresiasi 7 poin atau 0,05% di posisi 14.078 per dolar AS pagi ini.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.075-Rp14.085 per dolar AS.

Sementara itu, pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, pagi ini terpantau naik hanya 0,004 poin ke level 96,609 pada pukul 09.54 WIB.

Indeks sempat tergelincir ke zona merah dengan dibuka turun 0,01% atau 0,013 poin di level 96,592. Pada perdagangan Kamis (21/2), indeks dolar berakhir menguat 0,16% atau 0,151 poin di level 96,605.

Sebagaimana diberitakan Reuters, kenaikan imbal hasil obligasi AS mampu menopang dolar AS mempertahankan tenaganya terhadap sejumlah mata uang utama pagi ini. Pada Kamis (21/2), imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun menyentuh level 2,688%.

Penguatan greenback, bagaimana pun, tampak terbatas setelah rilis sejumlah data indikator ekonomi AS pada Kamis, termasuk penurunan pesanan barang modal inti dan penjualan rumah yang lesu.

Fakta ini mempertegas ekspektasi bahwa bank sentral AS Federal Reserve akan mempertahankan suku bunganya stabil.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)   

22 Februari

14.079

21 Februari

14.057

20 Februari

14.055

19 Februari

14.119

18 Februari

14.106

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jisdor

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup