IHSG Balik ke Kisaran Level 6.400 Pada Akhir Sesi I

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik ke zona merah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu (20/2/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  12:53 WIB
IHSG Balik ke Kisaran Level 6.400 Pada Akhir Sesi I
Pengunjung mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Rabu (13/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik ke zona merah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu (20/2/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG tergelincir turun 0,08% atau 5,24 poin ke level 6.489,42 pada akhir sesi I dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (19/2), IHSG berakhir di level 6.494,67 dengan koreksi 0,05% atau 3,15 poin. Indeks sempat rebound dari koreksinya bahkan menyentuh level 6.552 setelah dibuka naik 0,42% atau 27,14 poin di posisi 6.521,81 pagi tadi.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.487,83 – 6.552,15.

Sebanyak lima dari sembilan sektor menetap di zona merah, dipimpin sektor infrastruktur (-0,97%) dan aneka industri (-0,70%). Adapun empat sektor lainnya mampu menetap di zona hijau, dipimpin sektor industri dasar yang menguat 0,95%.

Sebanyak 196 saham menguat, 176 saham melemah, dan 255 saham stagnan dari 627 saham yang diperdagangkan.

Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang masing-masing turun 2,11% dan 2,43% menjadi penekan utama pergerakan IHSG siang ini.

Di sisi lain, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang masing-masing naik 2,04% dan 1,42% menjadi pendorong utama sekaligus membatasi koreksi yang dialami IHSG.

IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung terbatas di kisaran level 6.480 – 6.500 pada perdagangan hari ini, menantikan rilis risalah rapat bank sentral AS Federal Reserve (FOMC minutes) pada Kamis (21/2).

Menurut tim analis Pilarmas Investindo Sekuritas, pasar dalam hal ini ingin memperoleh petunjuk lebih lanjut terkait kebijakan The Fed di masa mendatang. Apabila pernyataan yang datang terdengar dovish, maka akan menjadi pendorong (booster) bagi pasar. 

Namun, besar atau tidaknya booster untuk mendorong kenaikan, akan tergantung pada bagaimana hasil perundingan perdagangan Amerika Serikat dan China yang telah berlangsung sejak Selasa (19/2) di Washington.  Apabila pertemuan ini berjalan dengan baik, tentunya akan menjadi sentimen positif bagi kenaikkan harga obligasi dan saham.

Dalam pertemuan yang berlangsung kemarin, pemerintah AS meminta China untuk menjaga nilai mata uang Yuan agar stabil, sebagai bagian dari negosiasi perdagangan. Sejauh ini kedua belah pihak terlihat optimistis dan positif, sehingga masih ada harapan bahwa pertemuan ini mengalami kemajuan.

Dari dalam negeri, pertemuan kebijakan Bank Indonesia (BI) yang akan digelar esok hari menjadi sentimen berikutnya. Bukan tidak mungkin ada potensi penurunan tingkat suku bunga BI dalam pertemuan nanti.

"Secara teknikal, kami memproyeksikan IHSG bergerak mixed cenderung melemah dan diperdagangkan pada rentang harga 6.480 – 6.500 untuk perdagangan hari ini," paparnya dalam riset harian.

Sementara itu, indeks saham lainnya di kawasan Asia mayoritas bergerak naik siang ini. Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing naik 0,31% dan 0,45%, indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,66%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,89%.

Kendati demikian, di China, dua indeks saham utamanya yakni Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing turun 0,33% dan 0,24% pada pukul 12.07 WIB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top