Bursa Asia Naik di Tengah Isu Perdagangan dan The Fed

Bursa saham Asia sedikit menguat pada perdagangan pagi ini, Rabu (20/2/2019), di tengah sentimen soal perundingan perdagangan Amerika Serikat-China dan risalah rapat Federal Reserve AS yang akan dirilis pekan ini.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  09:36 WIB
Bursa Asia Naik di Tengah Isu Perdagangan dan The Fed
bursa asia

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia sedikit menguat pada perdagangan pagi ini, Rabu (20/2/2019), di tengah sentimen soal perundingan perdagangan Amerika Serikat-China dan risalah rapat Federal Reserve AS yang akan dirilis pekan ini.  

Berdasarkan data Reuters, indeks MSCI Asia Pasific selain Jepang naik 0,2% pada awal perdagangan hari ini. Sementara itu, indeks Nikkei Jepang menguat 0,4%.

Di New York, indeks S&P 500 naik 0,15% pada perdagangan Selasa (19/2), didorong oleh hasil yang optimistis dari Walmart. Adapun indeks Nasdaq naik 0,19%, kenaikan sesi ketujuh berturut-turut.

Pada Selasa (19/2), Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa perundingan perdagangan dengan China telah berjalan baik. Trump pun mengisyaratkan terbuka untuk menunda tenggat waktu untuk menyelesaikan perundingan yang ditetapkan pada 1 Maret.

Tarif AS untuk impor China senilai US$200 miliar direncanakan akan naik menjadi 25% dari 10% jika tidak ada kesepakatan perdagangan yang tercapai pada tanggal tersebut.

Investor kini mengharapkan Trump akan bertemu Presiden China Xi Jinping bulan depan guna menuntaskan kesepakatan dagang antara kedua negara.

“Mereka kemungkinan akan menyetujui China mengimpor gas alam dan produk pertanian dalam jumlah yang lebih besar," kata Nobuhiko Kuramochi, kepala strategi di Mizuho Securities.

China, lanjutnya, juga akan membuka bagian dari layanan keuangan domestiknya dan mungkin beberapa sektor manufaktur. Namun, dia memperkirakan China tidak akan mudah mundur dengan apa yang disebut isu-isu struktural.

“Kedua negara mungkin sepakat untuk membentuk badan yang bertujuan membahas isu-isu tersebut. Pasar sudah memperhitungkan hal-hal semacam ini,” tambahnya.

Pemerintah AS dan China memulai putaran baru perundingan perdagangan pada Selasa (19/2/2019) waktu setempat di Washington. Di sesi level yang lebih tinggi, Wakil Perdana Menteri China Liu He direncanakan akan mengunjungi Washington pada Kamis dan Jumat pekan ini.

Sementara itu, investor juga menantikan risalah rapat The Fed pada Januari yang akan dirilis pada Rabu (20/2), demi memperoleh petunjuk lebih lanjut soal pandangan para pembuat kebijakan mengenai suku bunga.

Presiden Fed wilayah New York John Williams yang mendukung sikap dovish The Fed mengatakan merasa nyaman dengan tingkat suku bunga AS saat ini. Ia memandang suku bunga tidak perlu dinaikkan lebih lanjut kecuali pertumbuhan ekonomi atau inflasi mengalami perubahan yang tak terduga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bursa Asia

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top