IHSG Menguat ke Level 6.500 Pada Awal Dagang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya pada awal perdagangan hari ini, Selasa (19/2/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  09:52 WIB
IHSG Menguat ke Level 6.500 Pada Awal Dagang
Pengunjung beraktivitas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Rabu (13/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya pada awal perdagangan hari ini, Selasa (19/2/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG terpantau menguat 0,35% atau 22,68 poin ke level 6.520,50 pada pukul 09.27 WIB, setelah dibuka dengan kenaikan tipis 0,04% atau 2,89 poin di level 6.500,70.

Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak di level 6.500,70 – 6.534,01. Pada perdagangan Senin (18/2), IHSG berakhir di level 6.497,81 dengan penguatan tajam 1,70% atau 108,73 poin. 

Tujuh dari sembilan sektor bergerak di zona hijau, dipimpin sektor tambang (+0,96%) dan infrastruktur (+0,66%). Adapun sektor aneka industri dan industri dasar masing-masing turun 0,51% dan 0,04%.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) yang masing-masing naik 2,60% dan 6,04% menjadi pendorong utama penguatan IHSG.

Di sisi lain, saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dan PT Astra International Tbk. (ASII) yang masing-masing turun 1,21% dan 0,95% menjadi penekan sekaligus membatasi pergerakan IHSG di zona hijau.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 lanjut menguat 0,12% atau 0,69 poin ke level 569,09 pada pukul 09.28 WIB, setelah mengakhiri perdagangan Senin (18/2) dengan penguatan tajam 2,20% atau 12,24 poin di posisi 568,40.

Indeks saham di Asia mayoritas juga menguat, di antaranya indeks Topix Jepang (+0,11%), indeks Hang Seng Hong Kong (+0,16%), serta indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China yang masing-masing naik 0,07% dan 0,16%.

Meski pasar kurang arah dengan ditutupnya aktivitas perdagangan di AS karena libur, secara keseluruhan sentimen masih menguat setelah indeks Stoxx 600 Eropa menyentuh level tertingginya dalam empat bulan.

Bursa saham Eropa berakhir di level tertingginya dalam empat bulan terakhir pada perdagangan Senin (18/2) menyusul ekspektasi kemajuan dalam perundingan perdagangan AS-China.

Bursa saham Asia pun bergerak di kisaran level tertingginya dalam empat bulan pada perdagangan pagi ini, didukung harapan progres positif dari perundingan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China serta ekspektasi stimulus kebijakan bank sentral.

Dalam risetnya, tim analis Samuel Sekuritas Indonesia memaparkan kemungkinan AS-China untuk menemukan titik temu dalam isu perang dagang semakin meningkat. 

Selain itu, beberapa harga komoditas masih melanjutkan penguatannya ke level tertinggi sejak Desember. Harga minyak Brent berada di USD 66.5 per barrel, juga tertinggi sejak Desember.

“IHSG diperkirakan masih berpotensi menguat dengan dukungan penguatan harga komoditas,” tulisnya.

Sementara itu, Equity Technical Analyst Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan, IHSG secara teknikal bergerak melompat dengan pola bullish separating line dengan kembali kuat di atas level 6.400. 

"IHSG mampu break out MA20 dan indikator stochastic golden-cross pada momentum bullish reversal indikator RSI memberikan harapan penguatan lanjutan dengan support resistance 6.474-6.570," katanya dalam riset harian.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top