Reliance Sekuritas Indonesia: IHSG Cenderung Kembali Tertekan Awal Pekan Depan

Reliance Sekuritas Indonesia memproyeksikan secara teknikal indeks harga saham gabungan masih dibayangi koreksi pada perdagangan perdana pekan depan.
M. Nurhadi Pratomo | 16 Februari 2019 11:05 WIB
Karyawan melintas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Rabu (23/1/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA— Reliance Sekuritas Indonesia memproyeksikan secara teknikal indeks harga saham gabungan masih dibayangi koreksi pada perdagangan perdana pekan depan.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG mendarat ke zona merah pada penutupan perdagangan, Jumat (15/2/2019). Indeks terkoreksi 30,933 poin atau 0,48% ke level 6.389,085.

Adapun, untuk periode berjalan 2019, laju IHSG masih tercatat positif. Pergerakan indeks selama periode itu menguat 3,14%.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menjelaskan bahwa pelemahan indeks pada sesi perdagangan akhir pekan seiring dengan aksi jual investor asing yang semakin terasa. Kondisi itu mengkoreksi tren aksi beli sejak awal 2019.

Lanjar menyebut investor asing tercatat net sell Rp286,75 miliar. Selain itu, terjadi pelemahan nilai tukar rupiah 0,45% ke level Rp14.154 per dolar Amerika Serikat.

Pada sesi perdagangan akhir pekan ini, sektor saham industri dasar dan konsumer menjadi penekan utama dengan koreksi masing-masing 1,12% dan 0,93%. Sentimen negatif yang juga membebani laju IHSG datang dari pelemahan aktifitas ekspor.

Secara teknikal, Lanjar mengungkapkan pergerakan indeks mengarah kepada tren bearish. Pasalnya, IHSG tidak mampu bertahan di area level 6.400.

Selanjutnya, indikator stokastik mengarah bearish dengan pergerakan terkonsolidasi di area oversold. RSI telah menjenuh namun tidak berindikasi rebound secara momentum.

“Sehingga diperkirakan IHSG akan cenderung bergerak kembali tertekan mendekati level support MA50 dikisaran level 6.300 jika tidak mampu berbalik kembali diatas level 6.400,” ujarnya dalam riset harian yang dikutip, Sabtu (16/2/2019).

Untuk pergerakan, Lanjar memproyeksikan indeks akan berada di kisaran support 6.300 dan resistance 6.429.

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top