Investor Tunggu Kemajuan Pembicaraan AS-China, Bursa Asia Flat

Pasar saham Asia bergerak hati-hati pada perdagangan Kamis (14/2/2019) karena investor berharap pada kemajuan dalam pembicaraan perdagangan China-AS terbaru sambil menunggu data perdagangan China yang diperkirakan akan menunjukkan penurunan lebih lanjut dalam ekspor dan impor.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 14 Februari 2019  |  09:08 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar saham Asia bergerak hati-hati pada perdagangan Kamis (14/2/2019) karena investor berharap pada kemajuan dalam pembicaraan perdagangan China-AS terbaru sambil menunggu data perdagangan China yang diperkirakan akan menunjukkan penurunan lebih lanjut dalam ekspor dan impor.

Masih ada sejumlah harapan bahwa penutupan pemerintahan AS (government shutdown ) akan dapat dihindari jika Presiden Donald Trump mendukung kesepakatan di Kongres mengenai pendanaan tembok perbatasan.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang bergerak flat, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak awal Oktober. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,3% ke level tertinggi tahun ini setelah pelemahan yen mendorong saham yang terkait ekspor.

Saham China menarik perhatian setelah indeks blue-chip CSI300 melonjak 2% pada hari Rabu ke level tertinggi sejak pada akhir September tahun lalu.

Dengan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Ketua Perwakilan Perdagangan Robert Lighthizer berada di Beijing untuk pembicaraan tingkat tinggi dengan China, investor berani berharap akan ada kabar baik yang muncul.

Trump mengatakan pada hari Rabu pembicaraan dengan China berjalan dengan sangat baik ketika mereka mencoba untuk menyelesaikan sengketa tarif menjelang tenggat waktu 1 Maret.

"Investor sekali lagi sangat optimis bahwa kemajuan akan dibuat dan secara realistis perpanjangan batas waktu tarif perdagangan akan dilihat sebagai hasil yang baik," ungkap Nick Twidale, chief operating officer di Rakuten Securities, seperti dikutip Reuters.

"Secara jangka panjang, hanya bukti dari kesepakatan kedua negara yang akan menghilangkan kehati-hatian investor dan kekhawatiran pertumbuhan global yang telah menjadi penekan selama setahun terakhir,” lanjutnya.

Data yang menunjukkan kenaikan indeks harga konsumen AS pada laju tahunan paling lambat sejak lebih dari 1,5 tahun terakhir mendukung spekulasi bahwa Federal Reserve akan tetap bersabar pada kebijakan suku bunga dan membantu mengangkat Wall Street.

Dow Jones ditutup menguat 0,36% pada perdagangan Rabu, sedangkan indeks S&P 500 menguat 0,30% dan Nasdaq naik 0,26%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bursa Asia

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top