Adaro Energy (ADRO) Ikuti Aturan Pemerintah Soal DMO

PT Adaro Energy Tbk. akan mengikuti aturan pemerintah terkait estimasi kewajiban pemenuhan pasokan dalam negeri atau domestic market obligation batu bara yang dinaikkan dari 121 juta ton menjadi 128 juta ton pada 2019.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 14 Februari 2019  |  17:50 WIB
Adaro Energy (ADRO) Ikuti Aturan Pemerintah Soal DMO
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan sambutan saat Perayaan 10 Tahun Initial Public Offering (IPO) sekaligus satu dekade transformasi bisnis perusahaan PT Adaro Tbk di Jakarta, Senin (16/7/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com,JAKARTA— PT Adaro Energy Tbk. akan mengikuti aturan pemerintah terkait estimasi kewajiban pemenuhan pasokan dalam negeri atau domestic market obligation batu bara yang dinaikkan dari 121 juta ton menjadi 128 juta ton pada 2019.

Head of Corporate Communications Adaro Energy Febriati Nadira mengklaim volume penjualan batu bara perseroan di dalam negeri pada tahun lalu telah sesuai dengan aturan domestic market obligation (DMO) yang tetapkan oleh pemerintah. Pihaknya menyatakan akan melakukan hal serupa pada tahun ini.

“Untuk DMO kami akan mengikuti aturan pemerintah. [Serapan] dari dalam negeri akan disesuaikan dengan DMO,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (14/2/2019).

Emiten berkode saham ADRO itu mencatat total volume penjualan batu bara mencapai 54,39 metric ton (Mt) pada 2018. Jumlah itu naik 5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dari situ, penjualan ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia, meliputi 40% dari total volume penjualan 2019. Sementara itu, Asia Timur meliputi 30% dari penjualan, diikuti India dan China dengan persentase 14% dan 11%.

Berdasarkan pemberitaan Bisnis.com, sebelumnya, ADRO memproyeksikan produksi batu bara pada kisaran 54 Mt—56 Mt pada 2019. Realisasi terssebut tidak jauh berbeda dengan panduan produksi tahun lalu.

Seperti diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mematok target volume DMO batu bara 128 juta ton pada 2019. Jumlah tersebut naik 5,78% dari 121 juta ton tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, adaro

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top