Perkembangan Pembicaraan Perdagangan AS-China Tekan Indeks Dolar AS

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau melemah 0,06% atau 0,06 poin ke level 96,649 pada pukul 10.55 WIB.
Aprianto Cahyo Nugroho | 13 Februari 2019 11:25 WIB
Karyawan bank memperlihatkan uang pecahan Dolar AS dan Rupiah di Jakarta, Senin (7/1/2019). - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA – Dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap mata uang lainnya pada hari Rabu, (13/2/2019) karena meningkatnya harapan pada kesepakatan perdagangan AS-China yang mendorong investor meninggalkan aset safe-haven.

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau melemah 0,06% atau 0,06 poin ke level 96,649 pada pukul 10.55 WIB.

Indeks dolar AS sebelumnya dibuka menguat 0,02% atau 0,023 poin di level 96,732. Pada perdagangan Selasa (12/2), pergerakan indeks dolar ditutup melemah 0,348 poin atau 0,36% di level 96,709, mengakhiri reli delapan hari berturut-turut.

"Kami harus menjauh dari dolar selama dua sesi terakhir, ini secara langsung terkait dengan meningkatnya sentimen risiko di sekitar perdagangan," kata Michael McCarthy, kepala analis pasar di CMC Markets, seperti dikutip Reuters.

Selera investor terhadap aset berisiko kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia membuka kemungkinan memperpanjang batas waktu untuk mencapai kesepakatan perdagangan dengan China dari yang sebelumnya pada 1 Maret jika kedua pihak hampir mencapai kesepakatan penuh.

Para pejabat di Washington dan Beijing telah menyatakan harapan bahwa putaran perundingan baru yang dimulai pekan ini akan membawa mereka semakin dekat untuk mengurangi perang dagang.

Tarif impor AS atas barang asal China senilai US$200 miliar dijadwalkan naik menjadi 25% dari 10% jika kedua belah pihak tidak dapat mencapai kesepakatan sesuai dengan tenggat waktu.

Fokus utama pasar saat ini adalah pembicaraan tingkat tinggi pekan ini di China, di mana dua negara ekonomi terbesar di dunia tersebut berupaya untuk menuntaskan kesepakatan perdagangan.

Tag : dolar as
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top