Harga Karet Terkerek Kisruh Politik Jelang Pemilu di Thailand

Harga karet berhasil rebound dari pelemahannya dan naik cukup tajam pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (12/2/2019), didorong potensi terdampaknya suplai akibat pergolakan politik di Thailand.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 12 Februari 2019  |  16:17 WIB
Harga Karet Terkerek Kisruh Politik Jelang Pemilu di Thailand
Petani memanen getah karet di Banyuasin, Sumatra Selatan, Selasa (8/1/2019). - Antara/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet berhasil rebound dari pelemahannya dan naik cukup tajam pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (12/2/2019), didorong potensi terdampaknya suplai akibat pergolakan politik di Thailand.

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Juli 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup menguat 1,74% atau 3,10 poin di level 180,90 yen per kg dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (8/2/2019), harga karet kontrak Juli berakhir di level 177,80 dengan pelemahan 1,40 poin atau 0,78%.

Harga karet mulai rebound dari pelemahannya ketika dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,06% atau 0,10 poin di posisi 177,90 pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, harga karet bergerak di level 180,80 – 181,50.

Sejalan dengan karet di Tocom, harga karet untuk kontrak teraktif Mei 2019 di Shanghai Futures Exchange berhasil rebound dari pelemahannya dan berakhir melonjak 255 poin atau 2,25% di level 11.585 yuan per ton.

Pada perdagangan Senin (11/2), harga karet di Shanghai ditutup turun 0,70% atau 80 poin di posisi 11.330.

Dilansir dari Bloomberg, lonjakan harga karet didongkrak kekhawatiran bahwa ketidakpastian seputar pemilu di Thailand dapat memengaruhi pasokan karet alam dari produsen terbesar karet di dunia tersebut.

“Investor khawatir risiko politik yang melingkupi pemilu Thailand dapat menciptakan ketidakstabilan serta merugikan produksi dan ekspor karet alam dari negara itu,” kata Gu Jiong, seorang analis di Yutaka Shoji.

Seperti diketahui, Thailand bakal mengadakan pemilihan umum pada 24 Maret mendatang. Pemilu nanti adalah pemilu pertama sejak militer Kerajaan Thailand melancarkan kudeta terhadap pemerintahan Yingluck Shinawatra pada Mei 2014.

Perpecahan politik Thailand meletus sekitar satu bulan menjelang penyelenggaraan pemilu tersebut. Yang menjadi sorotan dalam pemilu Thailand saat ini adalah mengenai nasib partai yang terkait dengan mantan pemimpin Thailand, Thaksin Shinawatra.

“Karet juga didukung oleh spekulasi bahwa pemerintah China dan Amerika Serikat dapat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang mereka ketika pemimpin kedua negara berekonomi terbesar dunia ini diharapkan akan segera bertemu,” tambah Gu.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengungkapkan Presiden Donald Trump masih memiliki keinginan untuk bertemu Presiden China Xi Jinping demi upaya mengakhiri konflik perdagangan antara kedua negara.

Pernyataan ini menjadi tanda optimisme baru ketika para negosiator dari dua negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut melanjutkan perundingan perdagangan mereka di Beijing pekan ini.

Pergerakan Harga Karet Kontrak Juli 2019 di Tocom

Tanggal                             

Harga (Yen/Kg)              

Perubahan

12/2/2019

180,90

+1,74%

8/2/2019

177,80

-0,78%

7/1/2019

179,20

+0,06%

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga karet

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top