Mirae Asset Sekuritas: Potensi Pelemahan SUN Masih Tinggi Hari Ini

Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa sentimen dari lelang Surat Utang Negara (SUN) dan katalis negatif global memperbesar potensi pelemahan harga SUN pada perdagangan Selasa (12/2/2019).
Emanuel B. Caesario | 12 Februari 2019 09:38 WIB
Direktur Surat Utang Negara (SUN) pada Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu Loto S. Ginting memperlihatkan informasi tentang Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR005 ketika peluncuran di Jakarta, Kamis (10/1/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA -- Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa sentimen dari lelang Surat Utang Negara (SUN) dan katalis negatif global memperbesar potensi pelemahan harga SUN pada perdagangan Selasa (12/2/2019).

Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Indonesia Dhian Karyantono mengatakan bahwa harga SUN di pasar sekunder berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini seiring dengan adanya agenda rutin lelang SUN.

Hari ini, pemerintah akan melelang tujuh seri SUN, yakni SPN03190513 (New Issuance), SPN12200213 (New Issuance), FR0077 (Reopening), FR0078 (Reopening), FR0068 (Reopening), FR0079 (Reopening), dan FR0076 (Reopening). Target indikatifnya adalah Rp15 triliun dan target maksimalnya Rp30 triliun.

Di saat bersamaan, sentimen dari global bagi harga SUN juga cenderung negatif di mana indeks dolar AS telah mencapai level tertinggi sejak akhir Desember 2018, yakni di kisaran 97,06 poin dari sebelumnya di kisaran 96,64 poin.

Kenaikan indeks dolar AS tersebut berpotensi mendorong pelemahan harga SUN melalui transmisi depresiasi rupiah terhadap dolar AS. Rupiah juga sudah tertekan oleh melebarnya Current Account Deficit (CAD) kuartal IV/2018.

Setidaknya terdapat dua faktor penyebab kenaikan indeks dolar AS. Pertama, depresiasi poundsterling setelah ekonomi Inggris tumbuh lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar.

Kedua, pernyataan cenderung hawkish dari salah satu anggota FOMC, Michelle Bowman (voting member), yang menyatakan bahwa ekonomi AS dalam kondisi yang kondusif dan inflasi mendekati level target The Fed sebesar 2%, sekaligus kembali membuka ekspektasi berlanjutnya normalisasi kebijakan moneter The Fed tahun ini.

Pernyataan itu juga pada akhirnya menjadi salah penyebab naiknya yield US Treasury. Imbal hasil untuk seri acuan 10 tahun pada perdagangan terakhir meningkat ke kisaran 2,66% dari sebelumnya di kisaran 2,64%.

Dhian menerangkan untuk kategori SUN seri benchmark, jika investor tertarik untuk mengikuti lelang hari ini maka seri FR0077 yang tenornya 5 tahun menjadi pilihan yang paling menarik sekaligus antisipatif terhadap kemungkinan downside risk bagi harga SUN yang berasal dari rilis data neraca dagang Indonesia dan inflasi AS per Januari 2019.

"Sementara itu, untuk kategori non benchmark tetapi tergolong likuid, kami masih merekomendasikan sell untuk seri FR0063, FR0064, FR0065, dan FR0075," sebutnya dalam riset harian, Selasa (12/2).

Berikut proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri SUN yang likuid hari ini:

FR0063 (15 Mei 2023): 92,70 (7,66%) - 93,00 (7,58%)
FR0077 (15 Mei 2024): 100,90 (7,91%) - 101,45 (7,78%)
FR0064 (15 Mei 2028): 87,75 (8,02%) - 88,10 (7,96%)
FR0078 (15 Mei 2029): 101,60 (8,02%) - 102,00 (7,96%)
FR0065 (15 Mei 2033): 85,90 (8,33%) - 86,40 (8,26%)
FR0068 (15 Maret 2034): 101,50 (8,20%) - 102,00 (8,14%)
FR0075 (15 Mei 2038): 91,80 (8,36%) - 92,50 (8,28%)
FR0079 (15 April 2039): 100,40 (8,33%) - 101,00 (8,27%)

Adapun rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif di kisaran Rp14.013 - Rp14.084 dengan kecenderungan melemah.

Berikut review perdagangan Senin (11/2):
-PRICE OF INDONESIA GOVERNMENT BONDS-
FR0077: -22,70 bps to 101,50 (7,77%)
FR0078: -52,50 bps to 102,27 (7,92%)
FR0068: -85,60 bps to 101,93 (8,15%)
FR0079: -60,20 bps to 101,13 (8,26%)

-YIELD OF GLOBAL BONDS-
UST 2yr: +0,020 point to 2,47%
UST 5yr: +0,021 point to 2,45%
UST 10yr: +0,019 point to 2,66%
UST 30yr: +0,011 point to 2,99%
German Bund 10yr: +0,032 point to 0,12%
UK Gilt 10yr: +0,028 point to 1,18%

-CDS OF INDONESIA BONDS-
CDS 2yr: -0,25% to 46,80
CDS 5yr: +0,44% to 116,25
CDS10yr: -0,25% to 186,91

-CRUDE OIL PRICES -
WTI: -0,59% to US$52,41 per barrel
BRENT: -0,96% to US$61,51 per barrel

Tag : surat utang negara
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top