Bursa Asia Stabil, Investor Fokus ke Putaran Baru Pembicaraan China-AS

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang tidak berubah pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang menguat 1,1% di hari perdagangan pertama setelah libur pasar pada hari Senin.
Aprianto Cahyo Nugroho | 12 Februari 2019 09:28 WIB
bursa asia

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia nyaris tidak bergerak pada perdagangan Selasa (12/2/2019), di saat fokus investor tertuju pada nasib pembicaraan perdagangan China-AS.

Kedua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut memasuki babak baru perundingan untuk menyelesaikan sengketa tarif yang telah menghambat pertumbuhan global dan pendapatan perusahaan.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang tidak berubah pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang menguat 1,1% di hari perdagangan pertama setelah libur pasar pada hari Senin.

Dilansir Reuters, pejabat AS dan China pada Senin menyatakan harapan mereka bahwa babak baru pembicaraan kedua negara akan membawa mereka lebih dekat pada akhir perang dagang yang telah berlarut-larut.

Beijing dan Washington berusaha untuk menuntaskan kesepakatan sebelum batas waktu 1 Maret. Tanpa kesepakatan itu, AS menagancam akan meningkatkan tarif terhadap barang impor China senilai US$200 miliar menjadi 25% dari sebelumnya 10%.

"Tidak akan ada pemenang dalam perang dagang. Jadi pada titik tertentu mereka kemungkinan akan mencapai kesepakatan," kata Mutsumi Kagawa, kepala analis global di Rakuten Securities, seperti dikutip Bloomberg.

Perang perdagangan sudah mulai berdampak pada pertumbuhan global, memukul kepercayaan bisnis, aktivitas manufaktur, serta mengganggu rantai pasokan. Investor khawatir perang tarif China-AS yang berlarut-larut dapat sangat merusak pendapatan perusahaan secara global.

Analis saat ini memperkirakan pendapatan perusahaan di AS pada kuartal I/2019 turun 0,2% dibandingkan tahun sebelumnya, yang akan menandai kontraksi pertama sejak kuartal kedua 2016.

Tag : bursa asia
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top