Perusahaan Gas Negara (PGAS) Anggarkan Belanja Modal US$400 Juta Tahun Ini

PT Perusahaan Gas Negara Tbk. menganggarkan belanja modal US$400 juta pada 2019 yang sebagian besar digunakan untuk berinvestasi di jaringan pipa gas.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 12 Februari 2019  |  18:43 WIB
Perusahaan Gas Negara (PGAS) Anggarkan Belanja Modal US$400 Juta Tahun Ini
Direktur Utama PT PGN Tbk Gigih Prakoso (kanan) menerima cinderamata dari Vice Chariman IAPMIGAS Achmad Herry seusai menjadi pembicara dalam Acara 7th International Indonesia Gas Infrastructure Conference & Exhibition 2018, di Jakarta, Selasa (25 - 92018)/istimewa


Bisnis.com,JAKARTA — PT Perusahaan Gas Negara Tbk. menganggarkan belanja modal US$400 juta pada 2019 yang sebagian besar digunakan untuk berinvestasi di jaringan pipa gas.

Direktur Utama Perusahaan Gas Negara Gigih Prakoso mengatakan perseroan menganggarkan bahwa belanja modal sekitar US$400 juta pada 2019. Besaran itu menurutnya lebih kecil dari alokasi pada periode sebelumnya di kisaran US$500 juta.

Dia menjelaskan bahwa alokasi belanja modal tahun ini lebih kecil dari periode sebelumnya karena sebagian besar pekerjaan jaringan pipa telah diselesaikan pada 2018. Artinya, perseroan hanya tinggal melakukan penambahan. “Tetapi kalau yang Jargas masuk tentunya [belanja modal] akan meningkat lagi,” jelasnya.

Pihaknya menyebut alokasi belanja modal tahun ini sebagian besar akan digunakan untuk berinvestasi di jaringan pipa. Menurutnya, PGAS tidak memiliki rencana refinancing pada 2019.

Untuk pendapatan 2019, Gigih memproyeksikan perseroan dapat mengantongi pendapatan sekitar US$5 miliar. Dari situ, PGAS memprediksi mampu mengamankan laba bersih di kisaran US$200 juta.

Dalam riset yang dipublikasikan melalui Bloomberg, analis BCA Sekuritas Willy Suwanto dan Pandu Anugrah masih merekomendasikan beli saham PGAS. Target harga saham perseroan berada di level Rp3.000.

BCA Sekuritas menilai konsolidasi dengan PT Pertamina Gas akan memberikan prospek hasil yang lebih cerah bagi PGAS. Akan tetapi, dampak dari akuisisi tetap perlu diawasi serta adanya risiko penurunan keluaran produksi yang tidak terduga akibat kebijakan pemerintah terkait harga gas menyangkut PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PGN, kinerja emiten, perusahaan gas negara

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top