Mirae Asset Sekuritas: Potensi Pelemahan SUN Berlanjut

Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan harga Surat Utang Negara (SUN) di pasar sekunder berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Senin (11/2/2019).
Emanuel B. Caesario | 11 Februari 2019 09:04 WIB
Direktur Surat Utang Negara (SUN) pada Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu Loto S. Ginting memperlihatkan informasi tentang Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR005 ketika peluncuran di Jakarta, Kamis (10/1/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA -- Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan harga Surat Utang Negara (SUN) di pasar sekunder berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Senin (11/2/2019).

Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Indonesia Dhian Karyantono mengatakan bahwa sentimen dari dalam negari yang berasal dari melebarnya defisit neraca transaksi berjalan per kuartal IV/2018 menjadi katalis negatif utama bagi pergerakan harga SUN di pasar sekunder.

Defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal terakhir 2018 melebar hingga 3,57% PDB dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, yang sebesar 3,37% PDB. Realisasi itu juga di luar ekspektasi pasar yang memprediksi defisit neraca transaksi berjalan akan menipis ke kisaran 3,17% PDB.

Adanya agenda lelang SUN esok hari juga diperkirakan menambah katalis negatif dari domestik bagi pergerakan harga SUN hari ini.

Sementara itu, sentimen dari global cenderung variatif. Sentimen positif berasal dari kemungkinan berlanjutnya perundingan antara AS dengan China terkait kesepakatan perdagangan internasional, meski sejauh ini indeks dolar AS mengalami tren kenaikan seiring dengan meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah meningkatnya risiko terhadap perlambatan ekonomi global.

Pada perdagangan global terakhir, indeks dolar AS meningkat ke kisaran 96,64 poin dari sebelumnya di kisaran 96,51 poin, yang berarti berpotensi mendorong pelemahan harga SUN di pasar sekunder melalui transmisi depresiasi rupiah terhadap dolar AS.

"Didasarkan atas proyeksi melemahnya harga SUN hari ini, kami masih merekomendasikan sell beberapa seri SUN yang tergolong likuid seperti FR0077, FR0063, FR0078, FR0064, FR0065, FR0068, FR0075, dan FR0079," papar Dhian dalam riset harian, Senin (11/2).

Berikut proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri SUN yang likuid hari ini:

FR0063 (15 Mei 2023): 93,00 (7,57%) - 93,20 (7,52%)
FR0077 (15 Mei 2024): 101,35 (7,80%) - 101,85 (7,70%)
FR0064 (15 Mei 2028): 88,40 (7,91%) - 88,90 (7,83%)
FR0078 (15 Mei 2029): 102,35 (7,91%) - 102,85 (7,84%)
FR0065 (15 Mei 2033): 86,00 (8,32%) - 86,60 (8,24%)
FR0068 (15 Maret 2034): 102,00 (8,14%) - 102,60 (8,07%)
FR0075 (15 Mei 2038): 91,80 (8,36%) - 92,80 (8,25%)
FR0079 (15 April 2039): 101,35 (8,23%) - 101,70 (8,20%)

Adapun rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif di kisaran Rp13.945 - Rp14.021 dengan kecenderungan melemah.

Berikut review perdagangan pada Jumat (8/2):
-PRICE OF INDONESIA GOVERNMENT BONDS-
FR0077: -13,10 bps to 101,85 (7,72%)
FR0078: -47,50 bps to 102,79 (7,85%)
FR0068: -36,90 bps to 102,79 (8,05%)
FR0079: -42,80 bps to 101,73 (8,20%)

-YIELD OF GLOBAL BONDS-
UST 2yr: -0,015 point to 2,47%
UST 5yr: -0,018 point to 2,45%
UST 10yr: -0,022 point to 2,64%
UST 30yr: -0,014 point to 2,98%
German Bund 10yr: -0,028 point to 0,09%
UK Gilt 10yr: -0,006 point to 1,15%

-CDS OF INDONESIA BONDS-
CDS 2yr: +1,73% to 46,92
CDS 5yr: +2,64% to 115,44
CDS10yr: +1,45% to 187,37

-CRUDE OIL PRICES -
WTI: +0,15% to US$52,42 per barrel
BRENT: +0,76% to US$61,94 per barrel

Tag : surat utang negara
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top