IHSG Berbalik Melemah, Saham ASII & BBCA Penekan Utama

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG berbalik melemah 0,14% atau 9,23 poin ke level 6.512,43 pada pukul 09.14 WIB, meskipun dibuka rebound dengan penguatan 0,03% atau 2,04 poin ke level 6.523,70 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho | 11 Februari 2019 09:55 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Senin (4/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah pada awal perdagangan hari ini, Senin (11/2/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG berbalik melemah 0,14% atau 9,23 poin ke level 6.512,43 pada pukul 09.14 WIB, meskipun dibuka rebound dengan penguatan 0,03% atau 2,04 poin ke level 6.523,70 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Jum’at pekan lalu (8/2), IHSG ditutup melemah 0,23% atau 14,79 poin di posisi 6.521,66. Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak di level 6.511,90 – 6.535,18.

Tujuh dari  sembilan sektor IHSG bergerak di zona merah, dengan tekanan utama dari sektor industri dasar yang melemah 0,82%, disusul sektor pertanian yang turun 0,75%.

Di sisi lain, sektor infrastruktur dan perdagangan yang menguat masing-masing 0,79% dan 0,20% menahan pelemahan IHSG lebih lanjut.  Dari 627 saham yang diperdagangkan, sebanyak 148 saham menguat, sedangkan 64 saham melemah, dan 415 saham lainnya stagnan.

Saham PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang masing-masing melemah 0,61% dan 0,09% menjadi penekan utama atas pergerakan IHSG pagi ini.

Bersama IHSG, pergerakan indeks Bisnis-27 melemah 0,35% atau 1,99 poin ke level 572,79 pada pukul 09.16 WIB, setelah dibuka menguat 0,06% atau 0,36 poin ke level 575,14.

Mayoritas bursa saham di Asia melemah, dengan indeks Hang Seng melemah 0,06%, indeks FTSE Straits Time Singapura turun 0,8%, dan indeks Kospi melemah 0,2%.

Sinarmas Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung melemah pada perdagangan Senin (11/2/2019), dengan rentang 6.480—6.552.

Dalam risetnya, tim analis Sinarmas Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Bursa AS ditutup mixed pada perdagangan Jumat (8/2).

Harga batu bara turun ke level US$97,20 per metrik ton, sedangkan crude oil stabil di level US$52,33 per barel. Sementara itu, rupiah stabil di level Rp13.989 per dolar AS dan imbal hasil surat utang pemerintah stabil di level 7,87%.

“Secara teknikal, IHSG diprediksi bergerak di kisaran 6.480-6.552,” papar riset tersebut, Senin (11/2).

Dari dalam negeri, Indonesia mencatatkan Current Account Deficit (CAD) di level 2,98% sepanjang 2018. Pada kuartal/IV 2018, CAD tercatat di level 3,57% yang dipengaruhi oleh pelemahan ekspor non migas.

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top