Sinarmas Sekuritas: IHSG Cenderung Melemah Hari Ini

Sinarmas Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung melemah pada perdagangan Senin (11/2/2019), dengan rentang 6.480—6.552.
Hafiyyan | 11 Februari 2019 09:17 WIB
Karyawan melintas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Rabu (23/1/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Sinarmas Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung melemah pada perdagangan Senin (11/2/2019), dengan rentang 6.480—6.552.

Dalam risetnya, tim analis Sinarma Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Bursa AS ditutup mixed pada perdagangan Jumat (8/2).

Harga batu bara turun ke level US$97,20 per metrik ton, sedangkan crude oil stabil di level US$52,33 per barel. Sementara itu, rupiah stabil di level Rp13.989 per dolar AS dan imbal hasil surat utang pemerintah stabil di level 7,87%.

“Secara teknikal, IHSG diprediksi bergerak di kisaran 6.480-6.552,” papar riset tersebut, Senin (11/2).

Dari dalam negeri, Indonesia mencatatkan Current Account Deficit (CAD) di level 2,98% sepanjang 2018. Pada kuartal/IV 2018, CAD tercatat di level 3,57% yang dipengaruhi oleh pelemahan ekspor non migas.

Selain itu, pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) Premium di Jawa, Madura, dan Bali menjadi Rp6.450 per liter dari sebelumnya Rp6.550 per liter. Harga BBM non subsidi juga dipangkas sampai Rp1.100 per liter.

Terkait emiten, PT Timah (Persero) Tbk. tengah mengkaji peningkatan kapasitas dari fasilitas pengolahan berteknologi ausmelt dari 35.000 metrik ton menjadi 40.000 metrik ton logam per tahun. Pada Maret 2019, perseroan akan mengoperasikan fasilitas pengolahan baru berteknologi fuming.

Tag : IHSG, prediksi ihsg
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top