Mega Capital: IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas ke 6.555

Tim analis Mega Capital Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami fluktuasi menguat terbatas dengan rentang 6.490—6.555 pada perdagangan Senin (11/2/2019).
Hafiyyan | 11 Februari 2019 09:11 WIB
Karyawan melintas di dekat papan penunjuk pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Jakarta, Rabu (16/1/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Tim analis Mega Capital Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami fluktuasi menguat terbatas dengan rentang 6.490—6.555 pada perdagangan Senin (11/2/2019).

Dalam laporannya, Mega Capital menyebutkan IHSG  melemah 0,26% ke 6.521 selama perdagangan pekan lalu. Sektor aneka industri turun 2,32% sekaligus menjadi sektor yang terkoreksi paling dalam, sedangkan sektor infrastruktur mengalami kenaikan terbesar setelah menguat 2,35%.

Pergerakan IHSG dipengaruhi faktor penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, rilis kinerja emiten, dan rilis data ekonomi. Rilis data ekonomi ini mencakup data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh 5,17% pada 2018, cadangan devisa, serta transaksi berjalan yang mengalami defisit.

“Pagi ini, bursa regional melemah, IHSG fluktuatif menguat terbatas 6.490-6.555,” papar laporan tersebut, Senin (11/2).

Sementara itu, pada perdagangan Jumat (8/2), Wall Street terkoreksi setelah indeks Dow Jones turun 0,25%, meski S&P 500 naik 0,07% dan Nasdaq naik 0,14%. Kondisi ini terjadi akibat kecemasan pertumbuhan ekonomi global serta konflik dagang di tengah ketidakpastian negosiasi antara AS dan China.

Kedua negara belum menyusun draf tentang hal-hal yang mereka sepakati atau tidak setujui menjelang deadline negosiasi awal Maret 2019. Bila tidak ada kesepakatan, AS kemungkinan besar menerapkan kembali bea masuk terhadap produk asal China.

Selain itu, Uni Eropa (UE) juga menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Eropa untuk 2019 dan 2020 dan Bank of England (BoE) mengingatkan Inggris bakal menghadapi pertumbuhan ekonomi terlemahnya dalam satu dekade.

Berikut pergerakan sejumlah saham global per Senin (11/2) pukul 07.25 WIB:
IHSG 6.536,457  (0%)
Nikkei 20751,28  (0%)
Hangseng 27990,21  (0%)
FTSE 100 7093,58  (0%)
Xetra Dax 11022,02  (0%)
Dow Jones 25169,53  (0%)
Nasdaq 7288,352  (0%)
S&P 500 2706,05  (0%)

Berikut pergerakan sejumlah harga komoditas global:
Oil Price (Brent) USD/barel 61.63 (0%)
Oil Price (WTI) USD/barel 52.64 (0%)
Gold Price USD/Ounce #N/A Connection  (0%)
Nickel-LME (US$/ton) 12909.5  (0%)
Tin-LME (US$/ton) 21000  (0%)
CPO Malaysia (RM/ton) 2216  (0%)
Coal EUR (US$/ton) 74  (0%)
Coal NWC (US$/ton) 95.65  (0%)
Exchange Rate (Rp/US$) #N/A Connection  (0%)
Telkom (TLK) 3852

Berikut sejumlah rekomendasi saham:
Spec.Buy: SMRA, TP 1,030-1,045, SL 930
Trd. Buy: BRIS, TP 605-615, SL 560
B o W: ICBP, TP 10,875-10,950, SL 10,275
Trd. Buy: BMRI, TP 7,700-7,800, SL 7,375
B o W: SMGR, TP 13,075-13,200, SL 12,050

Tag : IHSG, prediksi ihsg
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top