BEI Berpeluang Revisi Target Setelah Rekor Baru Transaksi Harian

Target awal transaksi harian Rp9 triliun per hari, awal tahun ini rata-rata nilai transaksi harian sudah mencapai Rp10,43 triliun.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 10 Februari 2019  |  20:43 WIB
BEI Berpeluang Revisi Target Setelah Rekor Baru Transaksi Harian
Karyawan beraktivitas di dekat papan penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Senin (4/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia membuka kemungkinan untuk merevisi target rata-rata nilai transaksi harian di pasar saham tahun ini menjadi lebih dari target awal Rp9 triliun per hari, mengingat di awal tahun ini rata-rata nilai transaksi harian sudah mencapai Rp10,43 triliun.

Berdasarkan data statistik Bursa Efek Indonesia per Jumat (8/2/2019), sepanjang tahun berjalan, rata-rata volume transaksi harian di bursa saham sudah mencapai 13.38 miliar saham per hari dengan nilai rata-rata Rp10,43 triliun per hari.

Kondisi ini sudah meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu, yang mana rata-rata volume transaksi hariannya mencapai 10,57 miliar saham per hari dengan nilai rata-rata Rp8,5 triliun.

Rata-rata frekuensi transaksi harian juga meningkat pesat dari 386.804 kali per hari pada 2018 menjadi 459.223 kali per hari di awal tahun ini. Data-data transaksi di awal tahun ini merupakan rekor baru untuk pasar modal Indonesia.

Sementara itu, BEI menargetkan rata-rata nilai transaksi harian tahun ini adalah sekitar Rp9 triliun, atau hanya meningkat sekitar Rp500 miliar dibandingkan rata-rata nilai transaksi harian tahun lalu.

Inarno Djayadi, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, mengatakan bahwa target bursa bisa saja diubah bila dinamika pasar sepanjang tahun ini menunjukkan konsistensi aktivitas transaksi dengan nilai yang tinggi di atas Rp10 triliun per hari.

BEI cukup optimistis bahwa setelah implementasi proses penyelesaian transaksi efek dari semula T+3 menjadi T+2, likuiditas di pasar meningkat sehingga perputaran uang dan aktivitas transaksi turut meningkat signifikan.

“Target nilai transaksi ini kan sifatnya eksternal. Kalau memang sekiranya dalam perkembangannya di atas jauh antara Rp10,5 triliun hingga Rp11 triliun, tentunya kita harus revisi. Biasanya itu dilakukan pada September atau Oktober,” katanya, Jumat (8/2/2019).

Inarno mengatakan, potensi bagi nilai transaksi sepanjang tahun ini untuk dapat tetap konsisten di atas Rp10 triliun per hari sangat mungkin tercapai, mengingat frekuensinya juga meningka pesat. Pasar modal Indonesia sejak tahun lalu sudah berada di urutan pertama di Asean sebagai pasar modal dengan frekuensi transaksi tertinggi.

Menurutnya, peningkatan aktivitas transaksi ini tentu turut berimbas pada peningkatkan pendapatan bursa. Namun, tahun ini juga akan banyak inisiatif yang dilakukan BEI untuk pengembangan pasar yang tentu membutuhkan investasi yang besar pula.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa efek indonesia

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top