Navigasi Pasar : IHSG Diperkirakan Kembali Menghijau

Pergerakan IHSG pada Senin (11/2/2019) berpotensi menguat. Hal itu ditopang oleh sentimen baik dari domestik maupun kondisi pasar global yang dapat menopang laju IHSG dalam jangka pendek.
Dwi Nicken Tari | 10 Februari 2019 13:50 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA—Pergerakan IHSG pada Senin (11/2/2019) berpotensi menguat. Hal itu ditopang oleh sentimen baik dari domestik maupun kondisi pasar global yang dapat menopang laju IHSG dalam jangka pendek.

Pada akhir perdagangan Jumat (8/2/2019), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,23% atau 14,79 poin ke level 6.521,66. 

Enam dari sembilan sektor IHSG berakhir di zona merah, dipimpin oleh sektor industri dasar yang merosot 1,73% dan disusul sektor tambang yang turun 1,73%.

Sementara itu, tiga sektor lainnya menguat yang dipimpin oleh sektor barang konsumen yang naik 0,48%.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, rata-rata nilai perdagangan pada pekan lalu mengalami penurunan sebesar 11,55% menjadi Rp8,89 triliun dari pekan sebelumnya sebesar Rp10,04 triliun.

Selanjutnya, investor asing tercatat melakukan beli bersih (net buy) senilai Rp212 triliun selama sepekan. Adapun sampai dengan pekan kedua Februari 2019, investor asing telah melakukan beli bersih sebesar Rp14,30 triliun.

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama mencatat dalam riset hariannya, pergerakan IHSG secara indikator adalah MACD telah membentuk pola dead cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI berada di area netral.

Selanjutnya, berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki kisaran pada 6.504,79–6.487,93. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua berada di kisaran 6.532,69–6.543,73. 

“Meskipun demikian, terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance,” tulisnya seperti dikutip, Minggu (10/2/2019).

Begitu pula Direktur PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memperkirakan pergerakan IHSG masih menunjukkan pergerakan dalam rentang konsolidasi wajar.

“Namun potensi penguatan masih terlihat cukup besar di mana hal ini juga ditunjang oleh kondisi perekonomian yang stabil di sisi domestik serta kondisi asar global dan regional yang juga masih terus naik,” tulisnya.

William memperkirakan IHSG bergerak di kisaran 6.442—6.676 pada Senin (11/2/2019), dengan rekomendasi saham SMRA, CTRA, PWON, BBNI, ASRI, TLKM, TOTL, SMCB, dan SRIL.

Sementara Nafan merekomendasikan beberapa saham yang dapat dicermati pada Senin (11/2/2019), a.l. ASII, BBNI, BBTN, ERAA, ITMG, dan PTBA.

Tag : bursa efek indonesia, prediksi ihsg
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top