Rancang Komodo Bond, PLN Bisa Raup Dana Besar

Perusahaan Listrik Negara (PLN) diproyeksikan akan mendapatkan dana segar dalam jumlah besar dari hasil mengeksekusi penerbitan obligasi global berdenominasi rupiah atau komodo bond.
M. Nurhadi Pratomo | 09 Februari 2019 01:14 WIB
Petugas PLN melakukan perbaikan jaringan listrik pascatsunami Selat Sunda di jalan raya Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Selasa (25/12/2018). - ANTARA/Muhammad Adimaja

Bisnis.com,JAKARTA— PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) diproyeksikan akan mendapatkan dana segar dalam jumlah besar dari hasil mengeksekusi penerbitan obligasi global berdenominasi rupiah atau komodo bond.

Ramdhan Ario Maruto, Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia menilai momentum saat ini terbilang bagus untuk penerbitan komodo bond bagi Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pasalnya, para investor sedang menata ulang portofolio yang dimiliki.

Selain itu, sambungnya, surat berharga negara (SBN) mengalami penguatan yield yang cukup baik. Dengan demikian, cost of fund dari penerbitan akan semakin baik. “Dari sisi korporasinya, PLN adalah penerbit obligasi yang rutin dan mempunyai catatan yang baik,” paparnya saat dihubungi Bisnis, Jumat (8/2/2019).

Ramdhan memprediksi perseroan setrum milik negara itu akan mendapat dana dalam jumlah besar dalam satu kali penerbitan komodo bond. Apalagi, PLN menjadi salah satu korporasi dengan aset terbesar.

Dia menyebut nilai aset PLN mencapai Rp1.302 triliun pada akhir Juli 2018 atau naik 1,72% dari Rp1.280 triliun pada akhir 2016. Padahal, aset perseroan baru mencapai Rp435 triliun pada 2011. “Ini terjadi semenjak revaluasi aset-aset perseroan pelat merah,” imbuhnya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Edwin Hidayat Abdullah mengatakan PLN berencana menerbitkan komodo bond. Dana yang dihimpun rencananya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan investasi perseroan.

“Belum ada jumlah pokoknya baru dikaji, rencananya penerbitan semester I/2019,” ujarnya.

Tag : PLN, Obligasi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top