Mirae Asset Sekuritas: Sentimen Negatif Dominasi Pasar SUN Hari Ini

Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan katalis negatif akan dominan mempengaruhi pergerakan harga Surat Utang Negara (SUN), sehingga harga SUN berpeluang melemah pada perdagangan Jumat (8/2/2019).
Emanuel B. Caesario | 08 Februari 2019 09:43 WIB
Ilustrasi Surat Utang Negara. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan katalis negatif akan dominan mempengaruhi pergerakan harga Surat Utang Negara (SUN), sehingga harga SUN berpeluang melemah pada perdagangan Jumat (8/2/2019).

Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Indonesia Dhian Karyantono mengatakan sentimen negatif pertama berasal dari pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyampaikan tidak adanya agenda pertemuan antara dirinya dengan Presiden China Xi Jinping hingga deadline penundaan pengenaan tarif impor produk China pada awal Maret 2019.

Sentimen negatif kedua adalah masih kuatnya sektor ketenagakerjaan AS. Indikator klaim tunjangan pengangguran awal AS (initial jobless claims) menunjukkan penurunan sebesar 19.000 klaim pada periode pekan yang berakhir 2 Februari 2019, dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Kekhawatiran perlambatan ekonomi Uni Eropa (UE) dan Inggris juga menjadi katalis negatif lainnya bagi pergerakan harga SUN hari ini. Kekhawatiran tersebut menambah alasan bagi investor untuk meningkatkan minat terhadap aset safe haven, salah satunya dolar AS.

Merespons bauran dari sentimen negatif tersebut, indeks dolar AS pada perdagangan terakhir meningkat ke kisaran 96,51 poin dibandingkan hari sebelumnya di kisaran 96,39 poin. Sehingga, berpotensi mendorong turunnya harga SUN di pasar sekunder melalui transmisi depresiasi rupiah terhadap dolar AS.

Apalagi, investor juga tampaknya akan bersikap antisipatif terhadap kemungkinan downside risk bagi harga SUN dari rilis data defisit neraca transaksi berjalan Indonesia kuartal IV/2018 yang akan dilakukan pada sore ini dan menjelang agenda lelang SUN pekan depan.

Hingga Jumat (8/2) pukul 08.00 WIB, konsensus Bloomberg memprediksi defisit neraca transaksi berjalan per kuartal akhir tahun lalu mencapai kisaran 3,17% terhadap PDB (1 US$ = Rp13.972) atau turun dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang sebesar 3,37% PDB.

"Didasarkan atas proyeksi melemahnya harga SUN hari ini dengan kemungkinan berlanjutnya pelemahan harga pada Senin pekan depan, utamanya didorong oleh sentimen jelang lelang SUN pekan depan, kami merekomendasikan sell beberapa seri SUN yang tergolong likuid seperti FR0077, FR0063, FR0078, FR0064, FR0065, FR0068, FR0075, dan FR0079," papar Dhian dalam riset harian, Jumat (8/2).

Berikut proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri SUN yang likuid hari ini:

FR0063 (15 Mei 2023): 93,00 (7,57%) - 93,35 (7,47%)
FR0077 (15 Mei 2024): 101,40 (7,79%) - 102,00 (7,65%)
FR0064 (15 Mei 2028): 88,50 (7,90%) - 89,00 (7,81%)
FR0078 (15 Mei 2029): 102,80 (7,84%) - 103,50 (7,75%)
FR0065 (15 Mei 2033): 86,70 (8,22%) - 87,50 (8,12%)
FR0068 (15 Maret 2034): 102,60 (8,07%) - 103,25 (8,00%)
FR0075 (15 Mei 2038): 93,00 (8,23%) - 93,50 (8,17%)
FR0079 (15 April 2039): 101,70 (8,20%) - 102,20 (8,15%)

Adapun rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif di kisaran Rp13.952 - Rp14.014 dengan kecenderungan melemah.

Berikut review perdagangan Kamis (7/2):
-PRICE OF INDONESIA GOVERNMENT BONDS-
FR0077: -20,90 bps to 101,85 (7,69%)
FR0078: -46,60 bps to 103,28 (7,78%)
FR0068: -42,20 bps to 103,16 (8,01%)
FR0079: -29,40 bps to 102,16 (8,15%)

-YIELD OF GLOBAL BONDS-
UST 2yr: -0,044 point to 2,48%
UST 5yr: -0,040 point to 2,46%
UST 10yr: -0,038 point to 2,66%
UST 30yr: -0,039 point to 3,00%
German Bund 10yr: -0,046 point to 0,11%
UK Gilt 10yr: -0,039 point to 1,18%

-CDS OF INDONESIA BONDS-
CDS 2yr: +2,95% to 46,12
CDS 5yr: +1,32% to 113,95
CDS10yr: +2,35% to 184,77

-CRUDE OIL PRICES -
WTI: -2,60% to US$52,64 per barrel
BRENT: -1,71% to US$61,63 per barrel

Tag : surat utang negara, perang dagang AS vs China
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top