Bursa Asia Dibayangi Kekhawatiran Pertumbuhan Global, IHSG Ditutup Melemah

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,23% atau 14,79 poin di level 6.521,66, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,35% atau 22,71 poin di level 6.513,74.
Aprianto Cahyo Nugroho | 08 Februari 2019 17:25 WIB
Pengunjung mengambil foto monitor perdagangan harga saham di Jakarta, Jumat (1/2/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (8/2/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,23% atau 14,79 poin di level 6.521,66, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,35% atau 22,71 poin di level 6.513,74.

Adapun pada perdagangan kemarin, Kamis (7/2), IHSG ditutup melemah 0,17% atau 11,42 poin ke level 6.536,46. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.498,96 – 6.526,87.

Enam dari sembilan sektor IHSG berakhir di zona merah, didorong oleh sektor industri dasar yang melemah 1,73% dan disusul sektor tambang yang melemah 1,73%.

Di sisi lain, tiga sektor menguat dan menahan pelemahan IHSG lebih lanjut, dipimpin oleh sektor konsumer yang menguat 0,48%.

Dari 627 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 187 saham menguat, 229 saham melemah, dan 211 saham lainnya stagnan.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) dan PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang masing-masing melemah 1,02% dan 2,92% menjadi penekan utama atas pelemahan IHSG hari ini.

Sementara itu, Indonesia mencatat defisit transaksi berjalan mencapai US$9,1 miliar pada kuartal IV/2018, atau melebar hingga 3,57% terhadap PDB. 

Defisit ini jauh lebih tinggi dari defisit pada kuartal III/2018 yang sebesar US$8,6 miliar. 

Meski demikian, Direktur Eksekutif Kepala Departemen Statistik Bank Indonesia (BI) Yati Kurniati mengatakan defisit ini masih cukup aman karena bisa ditutupi oleh surplus di transaksi modal dan finansial.

"Sehingga, ketahanan eksternal kita masih terjaga dan defisit ini utamanya disebabkan oleh impor untuk kegiatan produktif," ungkapnya dalam konferensi pers, Jumat (8/2/2019).

Yati menjelaskan defisit transaksi berjalan ini dibebani oleh defisit pada neraca perdagangan barang. Dari catatan bank sentral, kinerja ekspor non migas melemah karena dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan permintaan global dan harga komoditas yang menurun. 

IHSG melemah di saat mayoritas indeks saham lainnya di kawasan Asia juga tertekan, dengan indeks Topix melemah 1,89%, indeks Hang Seng turun 0,16%, Kospi melemah 1,2%, dan FTSE Straits Time Singapura menguat 0,04%.

Seperti dilaporkan Reuters, bursa saham Asia melemah karena investor khawatir mengenai pelambatan ekonomi global, dengan sentimen tertekan tidak adanya tanda-tanda positif terhadap resolusi perang perdagangan AS-China.

Komisi Eropa pada hari Kamis memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi zona euro tahun ini dan berikutnya, memicu kekhawatiran perlambatan global menyebar ke Eropa karena bisnis dan investor bergulat dengan perang perdagangan.

Menambah sentimen negatif, Presiden AS Donald Trump mengatakan dia tidak berencana untuk bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping sebelum batas waktu 1 Maret untuk mencapai kesepakatan perdagangan.

"Investor menjadi gugup karena pasar telah optimis tentang penyelesaian sengketa perdagangan sejak awal tahun," kata Shusuke Yamada, kepala analis ekuitas di Bank of America Merrill Lynch.

Sikap Trump mengguncang investor yang berharap resolusi untuk sengketa perdagangan antara kedua negara

 

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

HMSP

+1,08%

FREN

+13,98%

BNGA

+7,76%

BTPN

+4,28%

BMRI

+0,33%

Saham-saham penekan IHSG:                   

Kode

(%)

BBRI

-1,02%

UNTR

-2,92%

CPIN

-1,92%

ASII

-0,61%

TKIM

-4,64%

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top