Minyak AS Meluap hingga 1,3 juta Barel, Pasar Berharap pada OPEC

Harga minyak global menyusut pada Kamis (7/2), setelah persediaan minyak mentah Amerika Serikat dan tingkat produksinya meningkat.
Dika Irawan | 07 Februari 2019 18:41 WIB
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak global menyusut pada Kamis (7/2/2019), setelah persediaan minyak mentah Amerika Serikat dan tingkat produksinya meningkat.

Data dari Energy Information Administration (EIA)  menunjukkan, persediaan minyak mentah AS naik 1,3 juta barel menjadi 447,21 juta barel selama sepakan lalu. Sementara, rata-rata produksi minyak mentah mingguan AS tetap di rekor 11,9 juta barel per hari (bph) yang dicapai pada akhir 2018. Demikian dikutip dari Reuters, Kamis (7/2/2019).

Namun, sentimen negatif itu diimbangi dengan pemangkasan pasokan yang dikomandoi oleh OPEC. Pemangkasan pasokan sukarela oleh OPEC yang bertujuan mengetatkan pasar dan pasar menjadi balasan terhadap melimpahnya stok minyak AS tersebut.

 Selain itu, sanksi AS terhadap industri minyak Venezuela diperkirakan menghapuskan setidaknya 500.000 barel per hari ekspor minyak mentah.

"Kami memperkirakan harga minyak naik di paruh pertama 2019 karena pengetatan kondisi pasokan dan penurunan di babak kedua karena melemahnya aktivitas ekonomi dan peningkatan ekspor minyak mentah AS ke pasar internasional," kata bank Prancis BNP Paribas.

Bank itu memperkirakan, harga rata-rata 2019 untuk Brent pada level US$ 68 per barel dan untuk WTI pada US$ 61 per barel.Keduanya turun sebesar US$ 8 dari proyeksi sebelumnya.

Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 18:20 WIB, Kamis (7/2/2019), harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Maret 2019 melemah 0,50% atau 0,27 poin menjadi US$53,74 per barel. Pelemahan juga terjadi pada minyak Brent untuk pengiriman April 2019 yang turun sebesar 0,33% atau 0,21 poin di level US$62,48 per barel.

Tag : Harga Minyak
Editor : Gajah Kusumo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top