FIF Tawarkan Obligasi Rp1,5 Triliun

PT Federal International Finance akan menerbitkan obligasi senilai Rp1,5 triliun untuk mendukung bisnis perseroan di bidang pembiayaan konsumen kendaraan bermotor.
Emanuel B. Caesario | 07 Februari 2019 18:43 WIB
Ilustrasi - www.hennionandwalsh.com

Bisnis.com, JAKARTA—PT Federal International Finance akan menerbitkan obligasi senilai Rp1,5 triliun untuk mendukung bisnis perseroan di bidang pembiayaan konsumen kendaraan bermotor.

Berdasarkan informasi pemasaran dari Indopremier Sekuritas, Kamis (7/2/2019), instrumen yang akan diterbitkan FIF yakni Obligasi Berkelanjutan III Federal International Finance Tahap V Tahun 2019.

Instrumen ini akan diterbikan dalam 2 seri, yakni Seri A dengan tenor 370 hari dan Seri B dengan tenor 36 bulan. Masing-masing seri ditawarkan dengan rentang kupon yakni Seri A antara 7,50% - 8,25%, sedangkan Seri B antara 8,50% - 9,50%.

Instrumen ini mendapatkan peringkat idAAA dari Pefindo dan AAA(idn) dari Fitch. Insturmen ini dijaminkan dengan piutang pembiayaan atau tunai sebesar 50% dari pokok obligasi. Saat ini, masa penawaran awal atau bookbuilding masih berlangsung dan akan berakhir pada Selasa (12/2/2019).

Bila berjalan lancar, masa penawaran umum akan berlangsung pada 4-6 Maret 2019, sedangkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia dilakukan pada 13 Maret 2019.

Indopremier mencatat ada sejumlah hal yang menjadi daya tarik untuk berinvestasi pada surat utang FIF.

Pertama, perseroan memiliki pengalaman ekstensif dan dominasi dalam industri pembiayaan sepeda motor. Perseroan memiliki keunggulan dalam potensi pertumbuhan dan kinerja yang gemilang dengan penguasaan pangsa pasar kredit sepeda motor Honda di Indonesia.

Kedua, perseroan bergerak di industri dengan pertumbuhan yang baik. Fasilitas transportasi publik yang belum memadai, peningkatan pendapatan masyarakat kelas bawah dan menengah, pemanfaatan sepeda motor sebagai sarana mata pencaharian, penggunaan sepeda motor sebagai alat transportasi yang lebih terjangkau, dan kenaikan biaya transportasi umum merupakan faktor-faktor yang meningkatkan pertumbuhan industri pembiayaan sepeda motor.

Ketiga, perseroan memiliki jaringan operasional di seluruh Indonesia serta sumber daya manusia yang handal dan berpengalaman. Dengan kurang lebih 196 cabang dan 416 Point of Sales (POS) yang tersebar di seluruh Indonesia, dan didukung oleh lebih dari 1.800 dealer, FIF memiliki keunggulan dalam melakukan penetrasi ke wilayah-wilayah dengan potensi pertumbuhan pembiayaan yang tinggi.

Keempat, berseroan berkomitmen pada kepuasan pelanggan dan dealer. Didukung sistem terintegrasi dan centralized real time online serta kemudahan dan kecepatan pelayanan, FIF secara konsisten memberikan yang terbaik bagi pelanggan dan mitra/dealernya.

Kelima, perseroan memiliki pertumbuhan bisnis yang cukup konsisten. Pertumbuhan pembiayaan baru yang dibukukan FIF secara konsisten mencatat nilai pertumbuhan rata-rata yang signifikan sebesar 8,19% sejak 2012 – 2016.

Keenam, perseroan tetap mempertahankan kualitas aktiva produktif. Keunggulan FIF dalam diversifikasi pembiayaan dan manajemen risiko yang prudent membuatnya tetap mampu menurunkan rasio NPL gross yang relatif rendah dibawah 2%.

Ketujuh, perseroan tetap mampu secara konsisten membukukan profit. FIF secara konsisten membukukan profit di atas Rp1 triliun sejak 2010 hingga sekarang dengan pencapaian profit Rp1,9 triliun pada 2017.

Tag : obligasi korporasi
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top