Mirae Asset Sekuritas: Harga SUN Diproyeksi Bergerak Variatif

Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan harga Surat Utang Negara (SUN) akan bervariasi pada perdagangan Kamis (7/2/2019), di mana SUN tenor pendek dan menengah berpotensi mencatatkan kenaikan terbatas sedangkan tenor panjang diprediksi menurun.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 07 Februari 2019  |  09:51 WIB
Mirae Asset Sekuritas: Harga SUN Diproyeksi Bergerak Variatif
Ilustrasi Surat Utang Negara. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan harga Surat Utang Negara (SUN) akan bervariasi pada perdagangan Kamis (7/2/2019), di mana SUN tenor pendek dan menengah berpotensi mencatatkan kenaikan terbatas sedangkan tenor panjang diprediksi menurun.

Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Indonesia Dhian Karyantono mengatakan sentimen positif bagi pergerakan harga SUN di pasar sekunder didorong oleh rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV/2018 yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,18% secara year-on-year (yoy) atau di atas ekspektasi pasar sebesar 5,1% yoy dan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya yang sebesar 5,17% yoy.

Meski demikian, pertumbuhan ekonomi yang secara dominan didorong oleh konsumsi dan, di saat yang sama, terjadi perlambatan di sektor manufaktur dapat memberikan sentimen negatif dalam jangka panjang bagi harga SUN di pasar sekunder.

Dari eksternal, efek kebijakan dovish The Fed pada pekan lalu juga tampaknya masih menggerakan psikologis pasar ke arah kenaikan pada perdagangan hari ini.

Tetapi, sentimen positif tersebut kemungkinan dibatasi oleh adanya sentimen negatif dari kenaikan indeks dolar AS yang didorong oleh menyempitnya defisit neraca dagang AS dan sentimen dari depresiasi dolar Australia, kenaikan harga minyak mentah dunia, dan agenda lelang SUN pada pekan depan.

Indeks dolar AS pada perdagangan terakhir mengalami kenaikan ke level 96,39 poin dari sebelumnya di kisaran 96,07 poin, sedangkan minyak mentah kategori WTI meningkat sekitar 0,65% ke kisaran US$54,01 per barel dibandingkan hari sebelumnya sehingga berpotensi memberikan katalis negatif kepada pergerakan rupiah.

Di luar bauran sentimen di atas, investor juga perlu mewaspadai downside risk dari pidato Gubernur The Fed Jerome Powell pada Rabu (6/2) waktu AS.

"Kami masih merekomendasikan hold hingga sell untuk beberapa seri SUN yang tergolong likuid seperti FR0077, FR0063, FR0078, FR0064, FR0065, FR0068, FR0075, dan FR0079," papar Dhian dalam riset harian, Kamis (7/2).

Berikut proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri SUN yang likuid hari ini:

FR0063 (15 Mei 2023): 93,35 (7,47%) - 93,75 (7,35%)
FR0077 (15 Mei 2024): 102,00 (7,65%) - 102,50 (7,54%)
FR0064 (15 Mei 2028): 89,25 (7,77%) - 89,65 (7,71%)
FR0078 (15 Mei 2029): 103,80 (7,70%) - 104,30 (7,64%)
FR0065 (15 Mei 2033): 87,90 (8,07%) - 88,30 (8,01%)
FR0068 (15 Maret 2034): 103,00 (8,03%) - 103,75 (7,94%)
FR0075 (15 Mei 2038): 94,00 (8,12%) - 94,50 (8,07%)
FR0079 (15 April 2039): 102,00 (8,17%) - 103,00 (8,07%)

Adapun rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif di kisaran Rp13.920 - Rp13.961 dengan kecenderungan melemah.

Berikut review perdagangan Rabu (6/2):
-PRICE OF INDONESIA GOVERNMENT BONDS-
FR0077: +32,70 bps to 102,06 (7,64%)
FR0078: +82,90 bps to 103,74 (7,71%)
FR0068: +96,60 bps to 103,58 (7,96%)
FR0079: +115,80 bps to 102,46 (8,12%)

-YIELD OF GLOBAL BONDS-
UST 2yr: +0,002 point to 2,51%
UST 5yr: -0,007 point to 2,50%
UST 10yr: -0,003 point to 2,70%
UST 30yr: +0,002 point to 3,03%
German Bund 10yr: -0,009 point to 0,16%
UK Gilt 10yr: -0,016 point to 1,21%

-CDS OF INDONESIA BONDS-
CDS 2yr: +1,06% to 44,79
CDS 5yr: -0,59% to 112,00
CDS10yr: +0,82% to 180,52

-CRUDE OIL PRICES -
WTI: +0,65% to US$55,01 per barrel
BRENT: +1,13% to US$62,69 per barrel

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
surat utang negara

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top