TBIG Tender Offer Saham GOLD, Harga yang Ditawarkan Rp556 per Lembar

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) mengumumkan penawaran tender wajib yang dilakukan atas saham-saham yang dimiliki pemegang saham PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk. (GOLD).
Dwi Nicken Tari | 07 Februari 2019 14:46 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) mengumumkan penawaran tender wajib yang dilakukan atas 9,04% saham biasa yang dimiliki pemegang saham PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk. (GOLD).

Dalam keterbukaan informasi yang dirilis Kamis (7/2/2019), TBIG menyampaikan jumlah penawaran tender wajib tersebut sebanyak-banyaknya 9,04% dari seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh atau sebanyak-banyaknya 28.438.700 lembar saham biasa milik GOLD dengan nilai Rp100 per saham. Adaoun, harga penawaran tender wajib adalah sebesar Rp556 per saham.

Chief Financial Officer (CEO) Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso mengonfirmasi bahwa perseroan bakal menggunakan kas internal untuk mendanai penawaran tender wajib tersebut.

“Dananya dari kas internal,” katanya ketika dihubungi Bisnis, Kamis (7/2/2019).

Adapun, di dalam tender wajib tersebut, beberapa pemegang saham GOLD seperti PT Amanda Cipta Persada, PT Mulia Sukses Mandiri, Scavino Ventures Ltd., PT Lancar Distrindo, dan PT Sukses Prima Sakti yang mewakili kepemilikan saham sebesar 39,96% dari seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh telah dikecualikan untuk dibeli sahamnya.

Alasannya, para pemegang saham dari institusi tersebut telah melakukan transaksi pengambilalihan dengan TBIG sebelumnya.

Pada 17 Desember 2018, TBIG telah menyelesaikan pembelian saham yang merupakan 51% dari modal ditempatkan dan disetor GOLD yang membuat TBIG resmi menjadi pemegang saham mayoritas.

Untuk itu, TBIG pun harus melakukan penawaran tender wajib seperti yang disyaratkan oleh POJK 9/2018, untuk membeli porsi saham sebesar 9,04% dari modal ditempatkan dan disetor GOLD dengan harga Rp556.

Selanjutnya, penawaran tender wajib tersebut tidak akan membuat saham yang dimiliiki TBIG di GOLD menjadi lebih besar dari 80%.

TBIG menjelaskan, tujuan dari penawaran tender wajib ini adalah untuk mengembangkan usaha dan memperluas jaringan usaha, serta untuk memperkuat posisi bisnis TBIG di bidang jasa infrastruktur telekomunikasi.

Tag : saham, rekomendasi saham
Editor : Fahmi Achmad

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top