Rupiah Berhasil Stabil Meski Dolar AS Menguat

Mata uang garuda mampu bergerak stabil cenderung menguat di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) meskipun sang greenback tengah berada pada tren bullishnya.
Finna U. Ulfah | 06 Februari 2019 23:30 WIB
Karyawan menghitung mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (28/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Mata uang garuda mampu bergerak stabil cenderung menguat di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) meskipun sang greenback tengah berada pada tren bullishnya.

Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Rabu (6/2/2019), nilai tukar rupiah berhasil menguat 0,302% atau naik 42 poin menjadi Rp13.920 per dolar AS. Penguatan harian tersebut masih menjadi kenaikan terkuat di klasemen mata uang Asia pada hari ini.

Rupiah telah berhasil menembus level psikologisnya yaitu Rp14.000 per dolar AS dipacu data fundamental dalam negeri dan kebijakan The Fed yang tidak akan menaikkan suku bunga sehingga memberikan kesempatan rupiah untuk melakukan reli penguatan dan memimpin penguatan mata uang asia dalam beberapa perdagangan sebelumnya.

Bahkan dalam 3 bulan terakhir, penguatan rupiah jauh memimpin penguatan kelompok mata uang asia melawan dolar AS, yaitu mampu menguat 6,351%. Kemudian penguatan disusul oleh baht Thailand yang menguat 5,406% selama 3 bulan terakhir.

Mengutip riset harian PT Asia Tradepoint Futures, penguatan rupiah juga dibayangi oleh beragam sentimen global dan tutupnya pasar keuangan Tiongkok seiring dengan perayaan Tahun Baru Imlek.

“Namun, di sisi lain pelaku pasar juga tengah menanti beberapa data ekonomi domestik yang renacananya akan di rilis tengah pekan ini,” tulis Asia Tradepoint Futures seperti dikutip dari risetnya, Rabu (6/2/2019).

Selanjutnya, pergerakan rupiah juga akan dipengaruhi oleh sajian cadangan devisa periode Januari 2019 yang akan di rilis pada hari Kamis (7/1/2019).

Tag : Rupiah
Editor : Gajah Kusumo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top