Ramayana Prime Diproyeksi Dorong Penjualan dan Margin RALS

Konsep gerai Ramayana Prime dari PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. diperkirakan dapat menggenjot produktivitas dan margin laba perseroan pada tahun ini.
Dwi Nicken Tari | 06 Februari 2019 21:19 WIB
Logo Ramayana - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA—Konsep gerai Ramayana Prime dari PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. diperkirakan dapat menggenjot produktivitas dan marjin laba perseroan pada tahun ini.

Sekretaris Perusahaan Ramayana Lestari Sentosa Setyadi Surya mengonfirmasi, emiten berkode saham RALS tersebut berencana akan menambah toko berkonsep Ramayana Prime sebanyak 5 toko lagi pada tahun ini.

“Semoga ya [dapat menambah 5 gerai Ramayana Prime],” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Rabu (6/2/2019).

Adapun per Desember 2018, RALS mencatatkan total penjualan senilai Rp8,53 triliun atau naik 4,8% secara tahunan (yoy) karena membaiknya daya beli masyarakat.

Analis Mirae Asset Sekuritas Christaine Natasya melalui risetnya menilai, target pembukaan lima toko Ramayana Prime pada tahun ini dapat semakin meningkatkan produktivitas peritel yang selama ini menargetkan pangsa pasar menengah-ke bawah tersebut.

Pasalnya, konsep Ramayana Prime diyakini dapat memperluas target pasar RALS dan menarik konsumen berpendapatan tinggi untuk jangka panjang.

“Untuk 2019, perseroan secara konservatif menargetkan pertumbuhan rata-rata penjualan tiap toko (same store sales growth/SSSG) sebesar 3,7%, dengan SSSG 3% untuk pembelian langsung, 5% untuk konsinyasi, dan 2% untuk supermarket,” tulisnya seperti dikutip.

Senada, Analis Maybank Kim Eng Janni Asma menyampaikan bahwa divisi fesyen RALS yang lebih fokus terhadap private-label dan layanan konsinyasi yang lebih baik juga dapat menopang keberlanjutan pertumbuhan penjualan perseroan.

Selain itu, strategi RALS untuk memboyong lebih banyak bioskop Cinema XXI dan gerai makanan—minuman (F&B) untuk menyewa space di department store-nya juga dinilai dapat meningkatkan lalu-lintas perdagangan.

“[Sementara itu], risiko tetap datang dari penetrasi e-commerce yang lebih cepat daripada yang diperkirakan di mass market fesyen dan rendahnya harga komoditas yang dapat menahan daya belanja konsumen,” tulis Janni seperti dikutip dari risetnya.

Baik Mirae Asset maupun Maybank Kim Eng mempertahankan rekomendasi beli untuk RALS, dengan target harga masing-masing Rp1.800 dan Rp1.850.

Pada penutupan perdagangan Rabu (6/2/2019), RALS ditutup melemah 1,21% ke level Rp1.635. Secara ytd, RALS tumbuh 15,14% dengan kapitalisasi pasar senilai Rp11,6 triliun.

Tag : kinerja emiten, ramayana
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top