NAVIGASI PASAR: IHSG Meneruskan Pelemahan

NAVIGASI PASAR: IHSG Meneruskan Pelemahan
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 05 Februari 2019  |  03:30 WIB
NAVIGASI PASAR: IHSG Meneruskan Pelemahan
Karyawan beraktivitas di dekat papan penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Senin (4/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA—Pergerakan IHSG pada perdagangan Rabu (6/2/2019) diperkirakan melanjutkan pelemahan akibat tertekan dari sentimen eksternal.

Pada peragangan Senin (4/2/2019), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,87% atau 57,19 poin ke level 6.481,45.

Adapun sektor aneka industri dan konsumer menjadi yang paling terpukul dengan masing-masing merosot 2,09% dan 1,47%. 

Sepinya perdagangan menjelang libur tahun baru China (Imlek) pun menjadi sentimen negatif bagi pasar modal. Rupiah ikut melemah 0,10% menjadi Rp13.962 per dolar AS dan aksi jual investor asing mencapai Rp517,87 miliar.

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama menilai pelemahan IHSG memang disebabkan oleh aksi ambil untung serta terkoreksinya rupiah di hadapan dolar AS dan melemahnya beberapa harga komoditas dunia. 

"Pasar agak sepi menjelang perayaan hari Imlek. Misalnya, pasar di China libur, sementara pasar di Singapura dan Hong Kong hanya aktif hingga pukul 12.00 [siang],” ujarnya kepada Bisnis, Senin (4/2/2019).

Nafan memperkirakan IHSG bakal kembali meneruskan pelemahan karena faktor teknikal. Selain itu, faktor eksternal seperti liburnya bursa China, ketidakpastian Brexit, dan terapresiasinya kinerja dolar AS terhadap instrumen forex beserta komoditas dunia lainnya juga dapat menekan pergerakan IHSG pada Rabu (6/2/2019).

Nafan memperkirakan IHSG bergerak di rentang support--resistance pertama pada 6.455,005–6.351,942 dan support--resistance kedua pada 6.428,559– 6.582,433.

Senada, analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menjelaskan secara teknikal bahwa IHSG telah menembus support MA5 dengan indikasi cukup negatif menguji MA20, sehingga dalam waktu dekat berada dikisaran 6.424. 

Indikator stochastic terkonsolidasi dengan momentum bearish reversal indikator RSI. Dengan begitu, Lanjar memperkirakan IHSG akan bergerak cenderung melanjutkan pelemahan jika tidak berhasil kembali datas 6.500 dengan support--resistance 6.424-6.500. 

“Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya WSBP, WTON, CPIN, MYOR, PWON, ADHI,” tulis Lanjar seperti dikutip dari riset harian.

Sementara Nafan merekomendasikan beberapa saham yang juga layak dicermati a.l. ADRO, BWPT, DOID, HRUM, INAF, dan ITMG.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top