Rupiah Melemah, IHSG Akhiri Reli Tiga Hari

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,87% atau 57,19 poin di level 6.481,45 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Jumat (1/2), berakhir menguat 0,09% atau 5,67 poin di posisi 6.538,64.
Aprianto Cahyo Nugroho | 04 Februari 2019 17:50 WIB
Pengunjung mengambil foto monitor perdagangan harga saham di Jakarta - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri reli penguatannya pada perdagangan awal pekan hari ini, Senin (4/2/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,87% atau 57,19 poin di level 6.481,45 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Jumat (1/2), berakhir menguat 0,09% atau 5,67 poin di posisi 6.538,64.

Setelah dibuka dengan penguatan 0,03% atau 2,14 poin di level 6.540,77, indeks berbalik tergelincir ke zona merah. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.479,05 – 6.555,99.

Tujuh dari sembilan sektor dalam IHSG berakhir di zona merah, didorong oleh sektor aneka industri yang melemah 2,09%, disusul oleh sektor konsume ryang melemah 1,47%.

Di sisi lain, sektor tambang dan perdagangan yang menguat masing-masing 0,8% dan 0,52% menahan pelemahan IHSG lebih lanjut.

Dari 627 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 219 saham menguat, 191 saham melemah, dan 217 saham lainnya stagnan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang masing-masing melemah 2,40% dan 3,29% menjadi penekan utama atas pelemahan IHSG hari ini.

IHSG melemah sejalan dengan nilai tukar rupiah yang juga mengakhiri reli penguatannya terhadap dolar AS. Rupiah ditutup melemah 0,1% atau 14 poin ke level Rp13.962 per dolar AS setelah bergerak pada kisaran Rp13.950-Rp13.994 per dolar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah 2 poin atau 0,01% di posisi Rp13.950 per dolar AS dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Dilansir Bloomberg, rupiah jatuh untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir di tengah spekulasi para investor yang melakukan profit taking setelah reli mata uang baru-baru ini.

Rupiah tercatat telah menguat 3% sejak awal tahun, kinerja terbaik kedua di Asia setelah baht Thailand yang mencatat penguatan 3,2% sejak awal tahun.

Nick Twidale, chief operating officer Rakuten Securities mengatakan rupiah terus mencatat kinerja baik tahun ini dan sekarang diperdagangkan pada level yang belum pernah dicapai lihat sejak Juni tahun lalu.

“Jadi akan ada beberapa investor yang melihat nilai wajar pada level ini (dan melakukan profit taking)," kata Nick, seperti dikutip Bloomberg.

Bersama IHSG, indeks Bisnis-27 mengakhiri reli penguatan setelah ditutup melemah 1,65% atau 9,59 poin ke level 573,24. Sebelumnya, indeks Bisnis-27 dibuka menguat 0,05% atau 0,29 poin ke level 583,11.

Sementara itu, indeks saham lainnya di Asia terpantau berakhir cenderung variatif hari ini, di antaranya indeks FTSE Straits Times Singapura (-0,13%), indeks PSEi Filipina (-0,92%), dan indeks SE Thailand yang menguat 0,13%.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik tipis 0,07% dan Topix berakhir menguat 0,46% dan 1,07%, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong ditutup menguat 0,21%

Saham-saham penekan IHSG:                   

Kode

(%)

BBCA

-2,40%

BMRI

-3,29%

ASII

-2,96%

HMSP

-2,12%

TLKM

-2,33%

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

CPIN

+2,91%

MAYA

+8,62%

BYAN

+4,28%

MYOR

+3,11%

MAPA

+11,63%

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top